Meranti(Kemenag)— Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang ke-2, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tebing Tinggi menggelar kegiatan penyuluhan bertema “Gerakan Penyuluh Agama Cinta Bumi: Zero Waste dan Eco Enzym” di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Selatpanjang, Rabu(28/5) pagi.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian para penyuluh terhadap pelestarian lingkungan hidup, sekaligus sebagai bagian dari dakwah bil hal yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata untuk bumi yang lebih lestari.
Dalam penyuluhan tersebut, para penyuluh menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seorang muslim. Salah satu poin utama dalam penyuluhan kali ini adalah demonstrasi pembuatan Eco Enzym, yakni cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami, pembersih ramah lingkungan, hingga pengusir hama.
“Eco Enzym merupakan solusi sederhana namun berdampak besar. Selain mengurangi limbah dapur, cairan ini juga bisa menjadi pupuk organik yang sangat berguna, terutama dalam konteks pemberdayaan warga binaan,” ujar salah satu penyuluh, Muhammad Rizki saat memberikan pelatihan.
Para warga binaan Lapas tampak antusias mengikuti penyuluhan dan praktik langsung pembuatan Eco Enzym. Mereka juga diajak untuk mulai mengelola sampah organik secara mandiri dan berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kepala Lapas Selatpanjang, Sugiyanto menyambut baik kegiatan ini. “Kami mengapresiasi inisiatif para penyuluh agama yang tidak hanya membina kerohanian warga binaan, tetapi juga memberikan keterampilan dan wawasan yang bermanfaat secara praktis dan ekologis,” ungkapnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis penyuluh agama dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk kepedulian terhadap bumi sebagai amanah dari Sang Pencipta.
Dengan semangat “Cinta Bumi”, penyuluh agama Islam berkomitmen terus mengembangkan program penyuluhan yang relevan, solutif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas, termasuk warga binaan pemasyarakatan. (T)