Kampa ( Kemenag )---Dalam rangka memperingati semangat kemerdekaan dan membina masyarakat khusus, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kampa melaksanakan serangkaian Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di SD Negeri 016 Pulau Sayak, Desa Pulau Rambai, Kecamatan Kampa, Rabu,14/8/2025
Kegiatan utama diisi oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional, Dr. Mardiana, S.H.I., M.H., yang memberikan tausiyah bertemakan kemerdekaan kepada majelis guru SD Negeri 016 Pulau Sayak. Dalam pesannya, Dr. Mardiana mengajak para guru untuk melepaskan diri dari sifat materialistis atau menjadi “budak harta”, serta mengingatkan bahwa sejatinya kemerdekaan adalah terbebas dari belenggu hawa nafsu dan ketergantungan duniawi.
“Guru adalah teladan. Kemerdekaan sejati adalah ketika kita merdeka dari perbudakan terhadap materi, sehingga kita bisa tulus mendidik dan berbuat demi kebaikan,” ujarnya di hadapan Kepala Sekolah Hartini, S.Pd., dan seluruh majelis guru yang hadir.
Selain kepada para guru, Bimluh juga menyasar peserta didik melalui kegiatan kepramukaan. Untuk Pokbin Tingkat I Masyarakat Khusus pada kelompok Pramuka putri (Gerakan Pramuka Gugus Depan Kabupaten Kampar 16-044 SD Negeri 016), penyuluhan disampaikan oleh Jamaluddin, S.Pd.I dan Almasyhuri, S.Pd.. Materi difokuskan pada nilai-nilai kemerdekaan, disiplin, dan peran generasi muda dalam menjaga persatuan.
Sementara itu, Pokbin Tingkat I Masyarakat Khusus pada kelompok Pramuka putra (Gugus Depan Kabupaten Kampar 16-043 SD Negeri 016) mendapatkan pembinaan dari Syahril, S.Ag. dan Sartinus, S.Sy.. Mereka mengajak anggota Pramuka untuk mengamalkan Pancasila, memperkuat iman dan akhlak, serta menjadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi dalam menuntut ilmu.
Kegiatan Bimluh ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SD Negeri 016 Pulau Sayak, Hartini, S.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan pembinaan dari KUA Kecamatan Kampa.
“Pembinaan seperti ini sangat penting, karena bukan hanya menguatkan wawasan kebangsaan, tetapi juga membentuk karakter islami bagi guru dan siswa,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semangat kemerdekaan tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh guru sebagai pendidik maupun siswa sebagai generasi penerus bangsa. Pungkas Mardiana
( Fatmi )