Kampar ( Kemenag )— Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kampa, Sartinus, S.Ag, melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) pada Pokbin Tingkat I Masyarakat Khusus dengan sasaran kelompok Pramuka dari Gerakan Pramuka Gugus Depan 16-005 (Putra) Kabupaten Kampar. Kegiatan berlangsung di lokasi bersejarah Istana Kesultanan Kampar, yang terletak di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Rabu, 7/5/2025
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperluas layanan penyuluhan agama Islam kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan generasi muda seperti anggota Pramuka. Pokbin ini menjadi sarana penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas anak muda sejak dini.
Dalam sesi penyuluhan, Sartinus menyampaikan materi seputar “Thaharah: Konsep dan Praktiknya dalam Kehidupan Sehari-hari.” Materi tersebut meliputi beberapa poin penting, yaitu:
-
Pengertian thaharah sebagai upaya menyucikan diri baik secara fisik maupun spiritual menurut syariat Islam.
-
Pembagian najis, mulai dari najis ringan (mukhaffafah), najis sedang (mutawassitah), hingga najis berat (mughallazhah), serta contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
-
Cara mensucikan najis sesuai dengan jenis dan tingkatannya, termasuk penggunaan air dan tata cara bersuci yang benar.
-
Pembagian air menjadi air suci mensucikan, air suci tidak mensucikan, dan air yang tidak suci, serta bagaimana penggunaannya dalam proses bersuci.
Dalam pemaparannya, Sartinus menekankan pentingnya pemahaman mengenai kebersihan dalam Islam sebagai bagian dari keimanan. Ia juga mendorong anggota Pramuka untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup, baik dalam lingkungan sekolah, rumah, maupun dalam kegiatan kepramukaan.
“Menjaga kebersihan bukan hanya ajaran agama, tapi juga wujud cinta kepada diri sendiri, lingkungan, dan tentu saja bentuk ketaatan kepada Allah SWT,” ujar Sartinus di hadapan peserta.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para anggota Pramuka terlihat aktif bertanya dan berdiskusi selama penyuluhan berlangsung. Pemilihan lokasi di Istana Kesultanan Kampar juga memberikan nuansa historis yang memperkaya nilai-nilai budaya dan keislaman dalam kegiatan tersebut. ( Fatmi/Cicy/Ags )