0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kerinci Kanan Giat Membina di TPQ

Ringkasan: Siak (Inmas) - Tuntutlah Ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat, hadist Rasulullah SAW tersebut cocok untuk santriwan dan santriwati di TPQ An-Nur Kampung Buana bakti. bukan hanya anak-anak usia dini dari Taman Kanak-kanan (TK) sampai Sekolah Menangh Atas (SMA), banyak juga ibu-ibu lanjut usia yang...

Siak (Inmas) - Tuntutlah Ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat, hadist Rasulullah SAW tersebut cocok untuk santriwan dan santriwati di TPQ An-Nur Kampung Buana bakti. bukan hanya anak-anak usia dini dari Taman Kanak-kanan (TK) sampai Sekolah Menangh Atas (SMA), banyak juga ibu-ibu lanjut usia yang tetap bersemangat menimba ilmu Al-Qur'an.

Seperti yang diucapkan oleh Mbah Sunardi yang merupakan takmir mushalla An-Nur sekaligus pembina TPQ tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu Al Qur’an, "tidak ada kata terlambat untuk belajar Al Qur’an, Allah menjanjikan bagi hamba-Nya yang mendalami Al Qur’an akan dibersamakan dengan para malaikat. Seperti sabda Rasulullah SAW orang yang membaca Al Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala. “(Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Selain belajar Al Qur’an, menurut salah satu tenaga pengajar Ustadz Muklasi menyampaikan bahwa di di TPQ An Nur juga diajarkan adab dan perilaku, “di sini juga menitikberatkan pemahaman adab di atas ilmu, ”bagaimana adab kita terhadap orang yang lebih tua, bagaimana tata bicara kita dengan teman sebaya serta bagaimana perilaku kita terhadap orang yang lebih muda, orang yang beradab insya Allah juga berilmu sementara orang berilmu belum tentu beradab” ucapnya.

Kegiatan belajar mengajar di TPQ An Nur juga dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kerinci Kanan Sahrizal, S.Sos.I, dalam pembinaan praktek ibadah yang dilakukan pada setiap malam Senin. Adapun di TPQ An Nur tidak hanya Ustadz yang mendidik, tetapi juga Ustadzah salah satunya Ustadzah Lilis yang mendidik dengan lemah lembut khas keibuannya.

Ustazah Lilis mengungkapkan, bahwa guru adalah sebagai murabbi al ruh, “guru sebagai murabbi al ruh yang artinya orang yang bertanggung jawab  terhadap perkembangan jiwa santri. Guru bertugas mengisi dan mendidik otak santri dengan pengetahuan yang benar, mengisi hatinya dengan akidah, dan ruhnya dengan akhlakul karimah atau perilaku yang baik” ungkapnya (Rz)