Tembilahan (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam Kecamatan
Keritang, Nurdin, bergabung dalam Tim Safari Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan
mengisi tausiah agama dalam kegiatan safari Ramadan di Surau Nurul Iman, Kuala
Proyek, Desa Nusantara Jaya, Kecamatan Keritang pada Selasa malam (11/3/2025).
Kegiatan safari Ramadan ini merupakan bagian dari upaya DMI
untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan dan meningkatkan pemahaman agama di
masyarakat. Dalam tausiahnya, Nurdin menyampaikan pesan-pesan tentang
pentingnya meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal ibadah di bulan
Ramadan.
Jemaah yang hadir tampak antusias mendengarkan tausiah yang
disampaikan oleh Nurdin. Ia mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momen
Ramadan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah, dan menjauhi perbuatan yang
sia-sia.
Dalam tausiahnya, Nurdin menekankan pentingnya meningkatkan
ketakwaan di bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan yang
penuh berkah dan ampunan, sehingga umat Islam harus memanfaatkan kesempatan ini
untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan.
Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan ketakwaan dan
memperbanyak amal ibadah. Jangan sia-siakan waktu kita di bulan yang mulia ini
dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujar Nurdin saat memberikan tausyiahnya.
Nurdin juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amal ibadah,
seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan berbuat baik kepada
sesama. Ia mengingatkan bahwa setiap amal baik yang dilakukan di bulan Ramadan
akan dilipatgandakan pahalanya.
"Setiap amal baik yang kita lakukan di bulan Ramadan
akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, mari kita berlomba-lomba dalam
berbuat kebaikan, baik kepada sesama maupun kepada Allah SWT,” katanya.
Selain itu, Nurdin juga menyinggung tentang pentingnya
menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa atau
mengurangi pahala Ramadan. Ia mengajak jamaah untuk menghindari ghibah, fitnah,
dan perbuatan tercela lainnya.
"Jagalah lisan dan perbuatan kita dari hal-hal yang
dapat membatalkan puasa atau mengurangi pahala Ramadan. Hindari ghibah, fitnah,
dan perbuatan tercela lainnya. Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum
untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya. (Ria)