0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Bengkalis Berikan Ceramah Peringatan Isra’ Mi’raj di Dinas Kominfotik Bengkalis

Ringkasan: Bengkalis Dalam rangka memperingati Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi,  Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kabupaten Bengkalis menggelar acara pengajian pada Rabu, 5 Februari 2025 di Aula Kantor Dinas Kominfotik Bengkalis.


Bengkalis – Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi,  Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kabupaten Bengkalis menggelar acara pengajian pada Rabu, 5 Februari 2025 di Aula Kantor Dinas Kominfotik Bengkalis. Acara yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.40 WIB ini menghadirkan Eny Gustinawati, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis, sebagai penceramah.


Ketua DWP Dinas Kominfotik Bengkalis, Dr. Hj. Surya Suhersi, M Pd dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadi bekal bagi ibu-ibu anggota DWP untuk semakin siap menyambut bulan suci Ramadhan serta meningkatkan ibadah sebanyak-banyaknya.


Dalam ceramahnya, Eny Gustinawati menekankan bahwa Isra’ Mi’raj bukan hanya peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga momentum bagi umat Muslim untuk memperbaiki kualitas sholat. “Isra’ Mi’raj membawa perintah sholat langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW, menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan seorang Muslim,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Eny juga mengangkat kisah keteladanan Rasulullah SAW dan istrinya, Sayyidah Khadijah binti Khuwailid. Beliau menegaskan bahwa selama 25 tahun pernikahannya, Rasulullah tidak pernah menikah dengan wanita lain hingga wafatnya Sayyidah Khadijah. Baru setelah itu, atas pertimbangan anak-anak dan perintah Allah, Rasulullah menikahi Sayyidah Saudah yang saat itu berusia 68 tahun dan memiliki delapan anak.


Eny menambahkan bahwa sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah sepatutnya kita merasa bangga karena mendapatkan banyak keistimewaan dibandingkan umat-umat terdahulu. “Bahkan Nabi Adam AS pun merasa iri kepada umat Muhammad. Nabi Adam AS ketika sekali melakukan kesalahan langsung diusir dari surga dan diturunkan ke bumi, sementara umat Muhammad berulang kali berbuat dosa, tetapi tetap memiliki kesempatan masuk surga,” ujarnya.


Ia juga menceritakan bahwa ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, beliau sibuk mencari daun tin untuk menutup auratnya yang terbuka. Sementara itu, umat Muhammad, ketika berbuat dosa, mereka bisa saja melepaskan pakaiannya, tetapi masih memiliki kesempatan untuk mengenakannya kembali dalam keadaan taubat. Selain itu, Nabi Adam AS harus menempuh perjalanan yang sangat jauh dari India ke Mekkah untuk bisa diterima taubatnya, sedangkan umat Muhammad dapat bertaubat kapan saja dan di mana saja tanpa perlu menempuh perjalanan panjang.


Dalam penutup ceramahnya, Eny kembali mengingatkan pentingnya menjaga sholat dan terus meningkatkan kualitas ibadah sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh hikmah, dan hendaknya  peringatan Isra’ Mi’raj ini memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir.