0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Bengkalis, Ramlan, S.Pd.I, Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Perdana sebagai PPPK

Ringkasan: Bengkalis, 2 Juni 2025 Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis pada Senin pagi, 2 Juni 2025, saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipimpin oleh Ramlan, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urus...

Bengkalis, 2 Juni 2025 — Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis pada Senin pagi, 2 Juni 2025, saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipimpin oleh Ramlan, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis.
Tugas ini menjadi pengalaman perdana bagi Ramlan sebagai pemimpin upacara setelah resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 26 Mei 2025 lalu di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Khaidir, yang dalam amanatnya menyampaikan pesan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Yudian Wahyudi.
Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa "Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."
Lebih lanjut, melalui semangat Asta Cita, seluruh komponen bangsa diajak untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap dimensi kehidupan. Mulai dari dunia pendidikan yang harus menanamkan Pancasila sejak dini tidak hanya melalui pelajaran formal, tetapi juga dalam praktik kehidupan di sekolah dan kampus; hingga birokrasi yang harus mengedepankan pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Dalam bidang ekonomi, pembangunan harus berpihak kepada kesejahteraan seluruh rakyat, bukan hanya segelintir orang. Sementara di era digital saat ini, kesadaran kolektif untuk menjunjung tinggi nilai, etika, toleransi, dan saling menghargai di ruang maya menjadi sangat penting.
Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar, diikuti oleh para pegawai dan jajaran Kemenag Bengkalis sebagai wujud penghormatan terhadap dasar negara yang menjadi perekat keberagaman bangsa Indonesia.