Rokan Hilir (Inmas) - Bertempat di Masjid Baiturrahmah, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tanah Putih, Ahmad Nawawi, SH turut serta dalam kegiatan Safari Dakwah yang dihadiri oleh Lurah Cempedak Rahuk, Alexander Hamdan, SP beserta Staf dan Perangkat Kelurahan, Jum'at (22/03/2024).
Safari Dakwah tersebut bertujuan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat serta memberikan himbauan agar berhati - hati dalam penggunaan api guna mencegah terjadinya kebakaran khusunya pada musim kemarau ini.
Sementara itu, Nawawi menyampaikan judul tausiyah sesuai dengan permintaan pengurus masjid, yakni "3 Alasan Anak Harus Belajar Agama". Sebelum memulai tausiyahnya terlebih dahulu Nawawi membacakan salah satu dalil dalam surat Al-Furqon Ayat 74 yang artinya : Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
Adapun 3 Alasan Kenapa Anak Harus Belajar Agama yaitu : Pertama, anak perlu mengenal Tuhan nya (Tauhid) sejak dini. Hal ini bertujuan agar kelak saat dewasa, anak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
"Belajar agama Islam akan membuat anak mengenal Allah. Yakinkan pada anak bahwa Allah itu ada dengan mengenalkan kebesaran-Nya. Untuk tahap awal, berikan pendidikan yang mencakup dasar-dasar agama dari perspektif budaya dan sejarah. Misalnya, apa itu agama? Bagaimana itu bisa terjadi? Kenapa itu sangat penting dipelajari oleh semua orang? Orang tua juga bisa menceritakan kisah-kisah Nabi dan Rasul" terang Nawawi.
Selain itu Nawawi mengajak untuk menyelipkan juga ilmu agama dalam setiap aktivitas keseharian anak. Misalnya, saat turun hujan berikan penjelasan bagaimana hujan turun, bagaimana pelangi terbentuk, kenapa manusia diciptakan, kenapa ada bumi dan bintang. Semua itu bertujuan untuk mengenalkan kebesaran Allah kepada anak. Mengenalkan Allah juga merupakan langkah awal orang tua untuk mengenalkan berbagai kebaikan kepada anak dan membuatnya untuk selalu mensyukuri apa yang dimilikinya
Selanjutnya yang kedua, yaitu membentuk karakter yang baik. Belajar agama sejak dini akan membentuk karakter anak di masa depan, mengenalkan asma-asma Allah dan cerita inspiratif Nabi dan Rasul akan membuat anak mengerti mana yang benar dan mana yang salah, selain itu anak juga akan memiliki budi pekerti yang baik.
"Ketika anak sudah memiliki bekal ilmu agama yang cukup sejak dini, maka saat beranjak dewasa anak sudah tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif yang ada di sekitarnya. Hal itu karena anak sudah memiliki pegangan yang kuat sejak masih kecil. Karena, belajar agama itu bukan hanya bermanfaat untuk memanusiakan sesama, tetapi juga untuk kebaikan dirinya sendiri" pungkasnya.
Kemudian yang ketiga, membentuk fondasi yang kuat. Seperti peribahasa, “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air”. Maka dari itu, penting untuk mengajarkan agama Islam kepada anak sejak masih kecil untuk bekal hidup anak di kemudian hari.
"Mengajarkan anak mulai dari asma Allah, Malaikat, kisah Nabi dan Rasul, salat, doa-doa, hingga membaca Al-Quran perlu diajarkan sejak dini supaya anak lebih mudah mengingatnya. Sehingga, fondasi keimanannya akan semakin kuat hingga dewasa" ujar Nawawi.
Tampak para jamaah antusias mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Nawawi, khususnya anak - anak sekolah. Mereka tampak sibuk mencatat poin - poin penting dari tausiyah kedalam buku Amaliyah Ramadhannya masing - masing sebagai bagian dari tugas sekolah sela bulan Ramadhan. (Humas)