0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan Sampaikan Tausiyah untuk Para Mualaf di Gedung DMDI Desa Jangkang

Ringkasan: Bantan (Kemenag) -  Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan menyelimuti Gedung DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kamis, (28/08/2025) Pada pukul 14.30 WIB,. Di tempat ini, para mualaf berkumpul untuk mengikuti pembinaan rohani yang diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA K...

Bantan (Kemenag) -  Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan menyelimuti Gedung DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kamis, (28/08/2025) Pada pukul 14.30 WIB,. Di tempat ini, para mualaf berkumpul untuk mengikuti pembinaan rohani yang diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan, Syafriadi, M.Pd.

Kegiatan pembinaan ini diadakan sebagai upaya memberikan pemahaman Islam yang mendalam dan membekali para mualaf dengan bekal keimanan, akidah, serta akhlak mulia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiyahnya yang bertema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Sehari-hari”, Syafriadi, M.Pd menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur teladan utama. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an (QS. Al-Ahzab: 21)

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta banyak mengingat Allah.”

Beliau menjelaskan bahwa kepribadian Rasulullah SAW dikenal sangat mulia, baik dalam pergaulan, rumah tangga, kepemimpinan, maupun hubungan sosial. Nabi Muhammad SAW senantiasa bersikap jujur (ash-shadiq), dapat dipercaya (al-amin), penyayang, pemaaf, rendah hati, serta penuh kasih sayang kepada siapa pun tanpa membeda-bedakan. Syafriadi, M.Pd juga menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah SAW Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).

Dengan hadits tersebut, beliau mengingatkan para mualaf bahwa Islam bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga mengajarkan akhlak luhur dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berbicara, bertindak, maupun berinteraksi dengan sesama.

Pesan untuk Para Mualaf

Dalam tausiyahnya, Syafriadi, M.Pd memberikan pesan khusus kepada para mualaf, di antaranya:

1. Menjaga keimanan dengan memperbanyak membaca syahadat, shalat, dan zikir.

2. Membiasakan diri dengan akhlak mulia, seperti berkata jujur, menepati janji, dan menghargai sesama.

3. Belajar ilmu agama secara bertahap, tidak terburu-buru, tetapi istiqamah dalam mendalami Islam.

4. Menguatkan ukhuwah Islamiyah dengan saling membantu, mengasihi, dan mendukung sesama mualaf serta umat Islam lainnya.

Sebagai Penutup diakhiri pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Faisal Amin, S.Sos penghulu KUA Kecamatan Bantan, memohon kepada Allah SWT agar para mualaf diberikan keteguhan hati, istiqamah dalam Islam, serta kemudahan dalam menjalani setiap ujian kehidupan.

Dengan penuh harapan, kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan spiritual para mualaf, sekaligus wujud nyata peran Penyuluh Agama Islam dalam membimbing dan mendampingi umat menuju kehidupan Islami yang damai dan berakhlak mulia.