Kuansing (Kemenag) Jumat, 17 Oktober 2025
Dalam upaya meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Hilir Seberang melaksanakan kegiatan pendampingan program pemberantasan buta aksara Al-Qur an di SMP Negeri 02 Kuantan Hilir Seberang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja penyuluh agama dalam bidang pemberdayaan dan pembinaan masyarakat keagamaan, khususnya pada generasi muda. Dalam pelaksanaannya, para penyuluh berperan aktif memberikan bimbingan membaca Al-Qur an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga pelafalan yang benar sesuai dengan kaidah tajwid.
Menurut salah seorang penyuluh agama Islam, Jubardi, S.Pd.I, Jiwandi,S.Sy. kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi Qur ani yang berakhlakul karimah.
Anak-anak SMP merupakan generasi penerus bangsa. Mereka perlu dibekali kemampuan dasar membaca Al-Qur an agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai dan mengamalkan ajaran Islam sejak dini, ujar Jubardi.
Selain memberikan pembinaan teknis membaca Al-Qur an, para penyuluh juga menanamkan nilai-nilai religius dan motivasi spiritual agar para siswa lebih mencintai kegiatan belajar Al-Qur an. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme dari para siswa yang mengikuti setiap tahap bimbingan dengan tekun.
Kepala KUA Kuantan Hilir Seberang, Erfison Erhas, S.Ag, M.Pd menyampaikan apresiasi atas dedikasi para penyuluh yang terus berinovasi dalam melaksanakan tugas pembinaan umat.
Program pendampingan ini sangat penting. KUA mendukung penuh kegiatan yang mendekatkan masyarakat, terutama pelajar, dengan Al-Qur an. InsyaAllah ke depan kegiatan serupa akan terus digalakkan di sekolah-sekolah lain, ungkapnya.
Kegiatan pendampingan ini juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. Kepala SMPN 02 KHS menyampaikan terima kasih kepada KUA dan para penyuluh atas perhatian serta kontribusinya dalam peningkatan kemampuan keagamaan siswa.
Dengan adanya kegiatan pendampingan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur an dengan baik dan benar, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap kitab suci sebagai pedoman hidup dalam keseharian.
( JBR )