0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya Aktif dan Konsisten Berantas Buta Aksara Al-Qur an di SMK Negeri 1 Sentajo Raya

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas buta aksara Al-Qur an di kalangan pelajar. Salah satu program unggulan yang saat ini tengah rutin dilaksanakan adalah penyuluhan Al-Qur an bagi siswa-siswi SMK Neg...

Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas buta aksara Al-Qur an di kalangan pelajar. Salah satu program unggulan yang saat ini tengah rutin dilaksanakan adalah penyuluhan Al-Qur an bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Sentajo Raya, yang digelar setiap hari Rabu pagi pukul 07.30 hingga 08.30 WIB, di luar jam belajar utama tanggal 28 Mei 2025.

Kegiatan ini dipimpin oleh lima orang Penyuluh Agama Islam, yakni Muhammad Ridwan, Perlindungan, Sapri Marlian, Jusniwati, dan Muhammad Isam. Mereka secara bergantian dan kolaboratif membimbing para siswa yang belum lancar membaca Al-Qur an, khususnya dalam pengenalan huruf hijaiyah, tajwid dasar, dan praktik bacaan Al-Qur an yang baik dan benar.

Menurut Muhammad Ridwan, salah satu penyuluh senior yang terlibat langsung, program ini merupakan bagian dari upaya menyentuh langsung generasi muda yang belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur an secara memadai.

Buta aksara Al-Qur an bukan hanya soal tidak bisa membaca, tetapi juga soal minimnya akses dan pembinaan yang berkelanjutan. Dengan hadir langsung ke sekolah, kami ingin membangun semangat dan kesadaran bahwa membaca Al-Qur an adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim, ujarnya.

Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya menyambut baik dan mengapresiasi program ini. Ia menyatakan bahwa keberadaan para penyuluh agama di sekolah telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan keagamaan siswa, khususnya dalam bidang literasi Al-Qur an.

Kami sangat terbantu dengan program ini. Banyak siswa yang mulai bisa membaca Al-Qur an sejak mengikuti bimbingan ini. Terlebih lagi, waktunya tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar karena dilakukan di luar jam pelajaran inti, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas KUA dalam bidang pemberdayaan keagamaan di tingkat akar rumput. Ia menegaskan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya terbatas pada ceramah atau khutbah, tetapi juga harus menyentuh aspek pendidikan dasar keagamaan.

Kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata dari komitmen kami dalam memberantas buta aksara Al-Qur an di lingkungan generasi muda. Para penyuluh kami tidak hanya turun ke lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter Islami di sekolah-sekolah, jelas Rindra.

Melalui kegiatan yang konsisten ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur an dengan baik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap kitab suci sebagai pedoman hidup. Program ini akan terus dikembangkan ke sekolah-sekolah lain di wilayah Sentajo Raya, sebagai bagian dari misi besar menjadikan generasi Qur ani sebagai tulang punggung bangsa.(RDW)