0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya Berikan Tausiyah Ramadhan di Surau Darussalam

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Dalam suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadhan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, memberikan tausiyah di Surau Darussalam, Desa Kampung Baru, Sentajo Raya. Kajian ini mengangkat tema "Mari Menjaga Lisan", yang bertujuan u...

Kuansing (Kemenag) - Dalam suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadhan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, memberikan tausiyah di Surau Darussalam, Desa Kampung Baru, Sentajo Raya. Kajian ini mengangkat tema "Mari Menjaga Lisan", yang bertujuan untuk mengingatkan umat Islam akan pentingnya menjaga perkataan sebagai bagian dari akhlak yang mulia. Pada (15/03/25)

Dalam tausiyahnya, Muhammad Ridwan menekankan bahwa lisan adalah anugerah dari Allah yang harus digunakan dengan bijak. Ia mengingatkan bahwa perkataan yang baik dapat menjadi sumber kebaikan, sedangkan lisan yang tidak terjaga dapat menimbulkan fitnah, perpecahan, dan dosa.

"Dalam Islam, menjaga lisan sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda, โ€˜Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.โ€™ (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa berbicara harus dipikirkan dengan baik agar tidak menyakiti orang lain," ujar Muhammad Ridwan di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga langkah utama dalam menjaga lisan:

1. Berbicara dengan penuh pertimbangan. " Sebelum berbicara, seorang Muslim harus berpikir apakah ucapannya membawa manfaat atau justru merugikan orang lain," tuturnya mengingatkan.

2. Menghindari ghibah dan fitnah.ย 

"Membicarakan keburukan orang lain tanpa alasan yang benar dapat merusak ukhuwah Islamiyah dan menimbulkan dosa besar," ungkap Ridwan.

3. Menggunakan lisan untuk menyebarkan kebaikan.ย 

" Lisan sebaiknya digunakan untuk berdakwah, menyampaikan kata-kata motivasi, serta mempererat silaturahmi," jelas Ridwan.

Tausiyah ini mendapat respons positif dari para jamaah yang hadir. Banyak di antara mereka yang merasa tersentuh dan berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

"Kajian ini sangat bermanfaat bagi kami. Terkadang tanpa sadar, kita mudah tergelincir dalam perkataan yang tidak baik. Semoga tausiyah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga lisan," ujar salah satu jamaah.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah kepada umat Islam agar dapat menjaga lisan dan memperbaiki akhlak.ย 

Dengan adanya tausiyah ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya berbicara dengan bijak dan menjadikan lisan sebagai sarana menyebarkan kebaikan.(RDW)