Kuansing (Kemenag) โ Empat orang Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, yakni Muhammad Isam, Perlindungan Jusniwati, dan Sapri Marlian, turut menghadiri kegiatan Penyuluhan Pembuatan Konten Kreatif yang diperuntukkan bagi para Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan ini ditaja oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi dan dilaksanakan di Aula Kemenag Kuansing, dari pagi hingga sore hari. Senin 21 Juli 2025
Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Suhelmon, M.A., yang juga turut hadir langsung memantau dan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh agama dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital.
"Kita tidak bisa lagi berdakwah dengan cara-cara lama. Perkembangan zaman menuntut kita untuk menyesuaikan metode dan sarana dakwah, salah satunya melalui konten digital yang menarik dan edukatif," ungkap H. Suhelmon.
Kegiatan penyuluhan ini dibina langsung oleh narasumber dari bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Inmas) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, yakni Ibu Musdalifah dan Ibu Nurhasanah. Keduanya menyampaikan materi seputar strategi komunikasi publik, teknik dasar produksi konten kreatif, serta pemanfaatan media sosial sebagai media dakwah yang efektif dan berdampak luas.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kuansing, H. Bahrul Aswandi, sebagai penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para penyuluh agama dengan keterampilan praktis dan pemahaman teknis dalam memproduksi konten dakwah yang sesuai dengan karakteristik media digital. Dan sekaligus Pembinaan Penyuluh Agama Islam se Kabupaten Kuantan Singingi dalam rangka penguatan penyuluh Agama Islam berdaya di tengah tengah masyarakat, serta Penyuluh Agama dekat dengan umat.
Para peserta, termasuk utusan dari KUA Kecamatan Sentajo Raya, terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Muhammad Isam, Jusniwati, dan Sapri Marlian aktif berdiskusi serta menggali strategi dan inovasi dakwah melalui pendekatan visual dan narasi yang lebih komunikatif.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antarpenyuluh se-Kabupaten Kuansing dalam mengembangkan jejaring dakwah berbasis digital yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari penyuluhan ini mampu mendorong lahirnya penyuluh-penyuluh inspiratif yang mampu menyuarakan nilai-nilai Islam rahmatan lil โalamin melalui platform digital secara profesional dan kreatif.(RDW)