Kuansing (Kemenag) – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1446 H dengan kegiatan keagamaan yang membangun, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, mengisi kajian malam Ramadhan di Masjid Ruhul Jadid, Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah. Pada 16 Maret 2025.
Kajian ini mengusung tema "Menjadi Manusia Produktif di Bulan Ramadhan", yang bertujuan untuk mengajak umat Islam agar tetap produktif dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ibadah, pekerjaan, maupun kegiatan sosial, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Dalam ceramahnya, Muhammad Isam menekankan bahwa produktifitas seorang Muslim tidak boleh menurun selama Ramadhan, justru sebaliknya, bulan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas diri. Ia menyoroti beberapa aspek penting dalam menjadi pribadi yang produktif:
1. Produktif dalam IbadahÂ
" Yaitu menjalankan shalat dengan khusyuk, memperbanyak membaca Al-Qur'an, serta melaksanakan ibadah sunnah seperti shalat tahajud dan sedekah," terang M. Isam.
2. Produktif dalam PekerjaanÂ
" Yaitu tetap semangat dalam bekerja, menjadikan niat bekerja sebagai ibadah, serta menghindari sikap malas dan menunda-nunda pekerjaan," ungkap M. Isam.
3. Produktif dalam Hubungan SosialÂ
" Yaitu menjalin silaturahmi, membantu sesama, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.
"Ramadhan bukan alasan untuk bermalas-malasan, tetapi justru menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas diri. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tetap produktif bahkan dalam kondisi berpuasa, seperti saat terjadi Perang Badar yang dimenangkan kaum Muslimin di bulan Ramadhan," ujar Muhammad Isam dalam kajiannya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari jamaah Masjid Ruhul Jadid. Banyak dari mereka yang merasa terinspirasi untuk mengisi bulan Ramadhan dengan lebih produktif dan penuh makna.
"Ceramah ini benar-benar menyadarkan kami bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, bukan hanya dalam ibadah tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari," ungkap salah satu jamaah.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan aktivitas sehari-hari agar tetap menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi sesama.(RDW)