0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya Isi Kajian Malam Ramadhan tentang Dampak Media Sosial

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam rangka mengisi malam Ramadhan dengan kegiatan keagamaan yang bermanfaat, Muhammad Isam, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, memberikan kajian dengan tema Dampak Media Sosial dalam Kehidupan .

Kuansing (Kemenag) — Dalam rangka mengisi malam Ramadhan dengan kegiatan keagamaan yang bermanfaat, Muhammad Isam, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, memberikan kajian dengan tema “Dampak Media Sosial dalam Kehidupan”. Ahad 9 Maret 2025.

Kajian ini diselenggarakan di Surau Al-Munawwarah, Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah, dan dihadiri oleh masyarakat setempat yang antusias mendengarkan tausiyah.

Dalam pemaparannya, Muhammad Isam menjelaskan bahwa media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Ia menekankan bahwa jika digunakan dengan bijak, media sosial dapat memberikan manfaat besar, seperti sarana dakwah, edukasi, serta mempererat silaturahmi. 

Namun, jika disalahgunakan, media sosial juga bisa membawa dampak negatif, seperti penyebaran fitnah, hoaks, serta pengaruh buruk terhadap akhlak dan ibadah seseorang.

"Media sosial itu seperti pisau bermata dua. Jika digunakan dengan baik, ia akan memberi manfaat. Namun, jika digunakan secara keliru, ia bisa menjadi sumber keburukan," ujar Muhammad Isam.

Muhammad Isam menjelaskan beberapa manfaat media sosial jika digunakan dengan benar, antara lain:

1. Sarana Dakwah dan Penyebaran Ilmu

Banyak ulama dan cendekiawan Muslim yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam.

2. Mempererat Silaturahmi

Media sosial memudahkan komunikasi dengan keluarga dan sahabat yang berjauhan.

3. Akses Informasi yang Cepat

Dengan media sosial, masyarakat bisa mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan dunia, termasuk berita keagamaan dan sosial.

Namun, ia juga mengingatkan akan dampak buruk yang bisa ditimbulkan oleh media sosial jika tidak digunakan dengan bijak, seperti:

1. Penyebaran Hoaks dan Fitnah

Banyak berita bohong yang beredar di media sosial, sehingga masyarakat harus lebih selektif dalam menerima informasi.

2. Lalai dalam Ibadah

Banyak orang yang terlalu asyik dengan media sosial hingga melupakan kewajiban ibadah, seperti shalat dan membaca Al-Qur’an.

3. Merusak Akhlak dan Moral

Konten negatif seperti ujaran kebencian, pornografi, dan pergaulan bebas bisa dengan mudah diakses, sehingga dapat mempengaruhi moral seseorang.

Menutup kajiannya, Muhammad Isam mengajak jamaah untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

"Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat, sebarkan kebaikan, dan hindari hal-hal yang dapat merusak diri sendiri maupun orang lain. Jadikan Ramadhan sebagai momen untuk introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah," pesannya.

Kajian ini mendapat respon positif dari jamaah yang hadir. Mereka menyadari pentingnya menjaga keseimbangan dalam menggunakan media sosial agar tetap sejalan dengan ajaran Islam.

Dengan adanya kajian seperti ini, diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam bermedia sosial serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif.(RDW)