0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya Jalin Kerja Sama Berantas Buta Aksara Al-Qur’an di MTsN 2 Kuantan Singingi

Ringkasan: Kuansing ( Kemenag ) Sentajo Raya, 24 Juli 2025 Dalam upaya meningkatkan kualitas keagamaan dan literasi Al-Qur an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menjalin kerja sama strategis dengan MTs Negeri 2 Kuantan Singingi untuk memberantas buta...

Kuansing ( Kemenag ) Sentajo Raya, 24 Juli 2025 — Dalam upaya meningkatkan kualitas keagamaan dan literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menjalin kerja sama strategis dengan MTs Negeri 2 Kuantan Singingi untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan siswa dan siswi.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Kamis, 24 Juli 2025 ini diadakan di lingkungan MTsN 2 Kuantan Singingi. Pertemuan tersebut membahas secara mendalam persoalan buta aksara Al-Qur’an yang masih ditemukan di kalangan pelajar. Tujuannya adalah agar seluruh siswa dan siswi mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Pelaksana Tugas Harian MTsN 2 Kuantan Singingi, Juliana, S.Pd, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an para siswa.

    "Kami sangat bersyukur dengan kehadiran para penyuluh agama. Harapan kami ke depan, tidak ada lagi siswa yang tidak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ini adalah langkah awal yang sangat berarti," ungkap Juliana dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga penyuluh agama Islam dari KUA Sentajo Raya yang berperan sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama, yaitu Jusniwati, S.Ag, Sapri Marlian, S.Sy, dan Muhammad Isam, S.Pd.I. Ketiganya turut memberikan pemaparan mengenai pentingnya membaca Al-Qur’an sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan akhlak generasi muda Islam.

Selain sesi diskusi, kegiatan juga direncanakan akan berlanjut dengan program pembinaan rutin dan klasikal membaca Al-Qur’an yang akan menyasar siswa-siswi yang belum lancar membaca huruf hijaiyah maupun belum memahami hukum bacaan dasar.

Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan kementerian agama dalam membangun generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan religius. ( Sapri Marlian, S.Sy )