0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya Khutbah Idul Adha 1447 H di Masjid At-Taqwa Pulau Lancang

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam suasana penuh khidmat dan kekhusyukan, umat Muslim di Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriyah pada Jumat pagi, 6 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taqwa, Pulau Lancang, yang menjadi pusat pelaksana...

Kuansing (Kemenag) — Dalam suasana penuh khidmat dan kekhusyukan, umat Muslim di Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriyah pada Jumat pagi, 6 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taqwa, Pulau Lancang, yang menjadi pusat pelaksanaan salat Idul Adha bagi masyarakat setempat.

Bertindak sebagai khatib, Muhammad Ridwan, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, menyampaikan khutbah dengan tema “Ikhlas di Dunia dan Akhirat: Makna dalam Berkurban”. Dalam khutbahnya, Muhammad Ridwan mengajak jamaah untuk meneladani keteladanan dua sosok agung dalam sejarah Islam, yaitu Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS.

Dalam uraian khutbah, Muhammad Ridwan menggambarkan bagaimana keikhlasan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya, serta ketundukan Nabi Ismail sebagai seorang anak yang saleh, menjadi pelajaran penting tentang ketaatan mutlak kepada Allah SWT.

 “Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan hanya sekadar sejarah, melainkan simbol ketundukan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian berat. Ini adalah teladan bagi kita semua sebagai orang tua dan anak, agar senantiasa taat dan yakin terhadap ketetapan Allah,” ungkap Ridwan dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud nyata dari keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa daging kurban yang dibagikan kepada fakir miskin adalah bentuk solidaritas sosial umat Islam, sebagaimana diajarkan dalam nilai-nilai Islam.

“Kurban adalah simbol ibadah sekaligus muamalah. Kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menunjukkan kasih sayang dan kepedulian kepada sesama manusia,” jelasnya.

Di akhir khutbah, Muhammad Ridwan menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam ibadah seperti salat, zakat, dan kurban, serta muamalah yang baik kepada sesama manusia, sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Islam bukan hanya tentang hubungan kita dengan Allah, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan orang lain. Mari kita jadikan momen Idul Adha ini untuk memperbaiki diri, baik dalam ibadah maupun dalam perilaku sosial kita,” pungkasnya.

Salat Idul Adha di Masjid At-Taqwa diikuti oleh ratusan jamaah yang datang dari berbagai penjuru Pulau Lancang dan sekitarnya. Usai khutbah, panitia pelaksana menyembelih hewan kurban yang telah disiapkan oleh warga. Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.(RDW)