0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya Komitmen Sukseskan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an di SMAN 2 Sentajo Raya

Ringkasan: Kemenag (Kuansing) - Dalam upaya meningkatkan literasi keagamaan di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menggelar program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Sentajo Raya.

Kemenag (Kuansing) - Dalam upaya meningkatkan literasi keagamaan di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menggelar program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Sentajo Raya. Selasa 11 Februari 2025.

Program ini mendapat sambutan baik dan penuh antusias dari pihak sekolah, termasuk Kepala SMAN 2 Sentajo Raya, Berry Oktaberiandi, yang menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.

Menurut penyuluh agama Islam KUA Sentajo Raya, program ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar serta memahami dasar-dasar tajwid dan maknanya. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu generasi muda dalam memperdalam ilmu agama serta menerapkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Literasi Al-Qur'an sangat penting, terutama bagi para siswa yang ingin memahami ajaran Islam dengan baik. Saya pribadi mendukung penuh dan rasa bangga dan haru akan program Kementerian Agama Melalui kegiatan penyuluhan Keagamaan Berantas Buta Aksara Al-Qur'an di SMA Negeri 2 Sentajo Raya ini," tutur Berry.

" Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi peserta didik kami, kami mengucapkan terima kasih kepada para penyuluh Agama dan kepada kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya," tambah Berry Oktoberiandi dalam sambutannya.

Dalam pelaksanaan program ini, para penyuluh agama memberikan bimbingan secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga praktik membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa yang belum bisa membaca Al-Qur'an, tetapi juga siswa yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam membaca dan memahami ayat-ayat suci.

Selain itu, program ini juga mendapat dukungan dari para guru dan tenaga kependidikan di SMAN 2 Sentajo Raya. Mereka berharap kolaborasi dengan KUA Sentajo Raya dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di lingkungan sekolah.

" Dengan adanya program ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur'an, sehingga mereka dapat lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari," harap Ridwan.

Upaya ini juga sejalan dengan misi Kementerian Agama dalam mencerdaskan kehidupan beragama di Indonesia melalui peningkatan literasi Al-Qur'an sejak dini.

Program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an ini akan terus dikembangkan dan dievaluasi agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Sentajo Raya.(RDW)