Kuansing (Kemenag) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, kembali menunjukkan peran aktifnya dalam membina masyarakat melalui kegiatan penyuluhan keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam (18/07) bertempat di Surau Nurul Jadid, Desa Kampung Baru Sentajo.
Dalam kegiatan yang dihadiri jama'ah Surau tersebut, Muhammad Isam menyampaikan materi bertajuk "Memantapkan Ketahanan Keluarga melalui Nilai-Nilai Islam". Penyuluhan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh KUA Sentajo Raya guna memperkuat fondasi keislaman masyarakat, khususnya dalam konteks kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Isam menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. “Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita. Jika keluarganya sakinah, mawaddah, dan rahmah, maka masyarakatnya pun akan kuat dan harmonis,” ujarnya di hadapan jama'ah.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman agama, memperkuat hubungan suami istri, serta memperbanyak komunikasi dan doa dalam kehidupan rumah tangga. “Kunci ketahanan keluarga tidak hanya pada aspek ekonomi, tapi juga spiritual. Maka, mari jadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman utama dalam membina keluarga,” tambahnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Salim, mengapresiasi kehadiran penyuluh agama dalam memberikan pencerahan keagamaan yang aplikatif dan menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari. “Kami sangat bersyukur atas kehadiran Pak Isam. Materi yang beliau sampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat kita saat ini,” ujarnya.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan seperti ini merupakan bentuk komitmen KUA dalam menjalankan fungsi edukatif dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. “Kami terus dorong para penyuluh agama untuk terjun langsung ke tengah masyarakat, menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan membangun,” ungkapnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk membangun keluarga yang harmonis, religius, dan berdaya tahan tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.(RDW)