0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Sentajo Raya Peduli Pendidikan Al-Qur’an Usia Dini

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pendidikan Al-Qur an usia dini dengan aktif mendukung pembinaan Rumah Tahfidz di wilayahnya.Upaya ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur...

Kuansing (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pendidikan Al-Qur’an usia dini dengan aktif mendukung pembinaan Rumah Tahfidz di wilayahnya.

Upaya ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini serta mencetak generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat. 

Konsultasi ini berlangsung di ruang Bagian Kasi Pakis Kemenag Kuantan Singingi. Yang di terima oleh H. Hendri Novel sebagi Staf pelayanan bagian Data guru dan Santri lembaga pendidikan Al Qur'an. Pada Selasa 18 Februari 2025.

Sebagai penyuluh agama, Muhammad Ridwan tidak hanya berperan dalam memberikan ceramah keagamaan, tetapi juga turut serta dalam pembinaan langsung di lembaga pendidikan Al-Qur’an, khususnya di Rumah Tahfiz. 

" Ia secara rutin melakukan kunjungan ke lembaga-lembaga tahfiz guna memberikan motivasi, bimbingan membaca Al-Qur’an, serta pelatihan metode menghafal yang efektif bagi santri," kata H. Hendri Novel.

"Mendidik anak-anak sejak dini dengan Al-Qur’an adalah investasi besar bagi masa depan mereka. Dengan pembinaan yang baik, mereka tidak hanya menjadi hafiz dan hafizah, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai ajaran Islam," ujar Muhammad Ridwan.

Dalam pembinaannya, ia juga memberikan arahan kepada para guru dan ustaz di Rumah Tahfiz mengenai metode pengajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga anak-anak semakin termotivasi dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Selain memberikan pembinaan langsung, Muhammad Ridwan juga mendorong berbagai pihak untuk mendukung pengembangan Rumah Tahfidz, baik dalam bentuk fasilitas, tenaga pengajar, maupun pengadaan kitab-kitab pendukung pembelajaran. Ia mengajak masyarakat dan lembaga terkait untuk bersama-sama memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kokoh. Muhammad Ridwan berharap agar inisiatif ini dapat berkelanjutan dan terus berkembang dengan dukungan dari berbagai pihak.

"Jika kita ingin melihat perubahan besar dalam masyarakat, maka kita harus mulai dari pendidikan. Pendidikan Al-Qur’an yang baik akan menghasilkan generasi yang berakhlak dan berkontribusi positif bagi bangsa dan agama," tutupnya.

Ke depan, program ini akan terus diperluas dengan berbagai inovasi dalam metode pengajaran serta peningkatan sinergi antara KUA, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas.(RDW)