Kuansing (Kemenag) — Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, memberikan tausiyah bertema "Menjadi Pribadi yang Jujur" di Masjid An-Nur Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan yang antusias mendengarkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Pada 11 Maret 2025.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Isam menekankan bahwa kejujuran merupakan salah satu sifat utama yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah dikenal sebagai Al-Amin (yang terpercaya) karena sifat jujurnya, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
"Kejujuran adalah dasar dari segala kebaikan. Jika seseorang terbiasa berkata jujur, maka kepercayaan dari orang lain akan tumbuh, dan keberkahan akan hadir dalam kehidupannya," ujar Muhammad Isam.
Beliau juga mengingatkan bahwa dalam Al-Qur'an, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk selalu berkata benar dan menjauhi kebohongan. Salah satu ayat yang ia kutip adalah QS. Al-Ahzab ayat 70, yang berbunyi:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."
Muhammad Isam kemudian memaparkan beberapa manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:
1. Mendapat Kepercayaan dari Orang Lain
Orang yang jujur akan lebih mudah dipercaya oleh keluarga, teman, dan masyarakat.
2. Mendatangkan Keberkahan Hidup
Rasulullah bersabda: "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu dan ambillah apa yang tidak meragukanmu, karena kejujuran mendatangkan ketenangan, sedangkan dusta mendatangkan keraguan." (HR. Tirmidzi).
3. Menjadi Bekal di Akhirat
Sifat jujur akan menjadi penyelamat di dunia dan akhirat. Rasulullah bersabda: "Hendaklah kalian berkata jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga." (HR. Bukhari dan Muslim).
Menutup tausiyahnya, Muhammad Isam mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kejujuran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun dalam interaksi sosial.
"Ramadhan adalah bulan pembelajaran. Mari kita jadikan momentum ini untuk melatih diri agar selalu berkata dan berperilaku jujur, karena kejujuran adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat," pungkasnya.
Tausiyah ini disambut dengan penuh antusias oleh para jamaah yang hadir. Mereka berharap kajian-kajian seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.(RDW)