Kemenag (Kuansing)โ Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik kembali melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Kali ini, penyuluhan difokuskan pada tata cara memandikan jenazah yang ditujukan kepada ibu-ibu Majelis Taklim Koto Lubuk Jambi. (9/9/2025).
Acara yang berlangsung di Mushollah Aliyah Koto Lubuk Jambi, dihadiri puluhan jamaah ibu-ibu yang mengikuti dengan penuh antusias. Mereka tampak serius mendengarkan materi yang disampaikan penyuluh agama, mulai dari penjelasan fiqih dasar mengenai kewajiban fardhu kifayah, tata cara memandikan jenazah sesuai sunnah Rasulullah, hingga praktik sederhana tentang alat dan langkah yang digunakan.
Dalam penyampaiannya, penyuluh agama menekankan bahwa mengurus jenazah merupakan kewajiban bersama umat Islam. Pengetahuan ini perlu dikuasai masyarakat, khususnya kaum perempuan, karena dalam praktiknya sering kali merekalah yang lebih dahulu terlibat ketika ada warga perempuan yang meninggal dunia.
โDengan adanya penyuluhan ini, ibu-ibu majelis taklim diharapkan lebih siap dan tidak ragu ketika harus melaksanakan fardhu kifayah. Mengurus jenazah bukan hanya soal teknis, tetapi juga ibadah yang bernilai besar di sisi Allah,โ ungkap Deli Asran salah seorang penyuluh dalam kegiatan tersebut. (9/09/25)
Selain materi teori, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman, hambatan, serta berbagai pertanyaan terkait praktik pengurusan jenazah. Hal ini membuat suasana menjadi lebih hidup dan interaktif.
Penyuluhan semacam ini mendapat apresiasi dari jamaah yang hadir. Mereka mengaku mendapatkan banyak ilmu baru sekaligus pencerahan, sehingga lebih percaya diri untuk mengamalkan pengetahuan yang diperoleh ketika diperlukan di masyarakat.
Kegiatan penyuluhan keagamaan oleh KUA Kuantan Mudik memang rutin digelar di berbagai majelis taklim. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan pemahaman umat terhadap ajaran Islam, memperkuat tradisi keagamaan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal ibadah sehari-hari maupun ibadah sosial seperti pengurusan jenazah.
Dengan adanya program berkelanjutan ini, diharapkan masyarakat Kuantan Mudik semakin religius, kompak, dan mampu menjalankan kewajiban keagamaan dengan baik serta benar sesuai tuntunan syariat. (AS)