Kuansing (Kemenag) – Program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an terus digencarkan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 03 Kuantan Mudik pada Kamis (07/08/2025) dengan melibatkan sebanyak 30 siswa-siswi.
Penyuluh Agama Islam, Sukri, S.H, bersama rekannya Suhailis, S.Ag, memimpin langsung jalannya pembelajaran. Keduanya terlihat penuh semangat dalam membimbing para pelajar untuk mengenal dan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Menurut Sukri, program ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini, sehingga kelak mereka dapat memahami dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin memastikan anak-anak di Kuantan Mudik tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintainya. Semoga langkah kecil ini menjadi bekal besar bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Suhailis menambahkan bahwa kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap nilai-nilai agama di kalangan pelajar.
“Di tengah perkembangan zaman, penting bagi kita untuk menjaga generasi agar tetap dekat dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang kelas tersebut. Mereka mendapat bimbingan mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, tajwid dasar, hingga praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Dengan adanya program ini, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. Program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk generasi Qur’ani di Kecamatan Kuantan Mudik.(SR)