Kemenag (Kuansing) โ Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik terus berupaya mempercepat pelaksanaan sensus muzakki di wilayah binaannya. Kali ini kegiatan dilaksanakan di Desa Pebaun Hilir, pada Rabu . Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi zakat di tingkat desa serta memperkuat basis data muzakki sebagai langkah awal optimalisasi pengelolaan zakat. (12/11/2025)
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh melakukan pendataan langsung kepada masyarakat yang berpotensi menjadi muzakki, baik dari kalangan petani, pedagang, maupun pegawai. Pendataan ini dilakukan secara door to door agar data yang diperoleh lebih akurat dan representatif terhadap kondisi lapangan.
Koordinator Penyuluh Agama Kuantan Mudik menyampaikan bahwa kegiatan sensus muzakki ini merupakan bagian dari program strategis untuk memperkuat peran Badan Amil Zakat (BAZNAS) dalam penyaluran zakat yang tepat sasaran. โDengan adanya data muzakki yang valid, kita bisa merancang program pemberdayaan ekonomi umat yang lebih terarah,โ ujar Deli Asran.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pebaun Hilir Hendra, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai bahwa sensus muzakki akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, penyuluh agama, dan lembaga zakat dalam membangun kesejahteraan umat. (12/11/2025)
Penyuluh Agama Islam Kuantan Mudik, Riska Pratama menambahkan bahwa kegiatan sensus ini akan dilanjutkan dengan pelaporan digital yang terintegrasi ke tingkat kabupaten. Hal ini diharapkan dapat mempermudah proses validasi data serta meminimalisir adanya duplikasi atau data ganda. โKita ingin memastikan setiap muzakki terdata dengan baik, agar pengelolaan zakat bisa lebih profesional dan transparan,โ ungkap Riska.
Ke depan, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di beberapa desa lainnya di Kecamatan Kuantan Mudik. Melalui kegiatan ini, penyuluh berharap masyarakat semakin memahami pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan pemberdayaan sosial, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh kaum dhuafa di wilayah Kuantan Singingi. (AS)