0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam Kuantan Mudik, URH Berikan Tausiyah Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H

Ringkasan: Kuansing (Inmas) Ustadz Riyon Hartono, S.Pd.I., (URH) memberikan tausiyah menyambut Ramadhan sekaligus menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba di Surau Bunda Desa Saik Kecamatan Kuantan Mudik, Rabu malam (05/03/2024). Acara ini di hadiri juga oleh orang tua wali santri. Acara dimulai setelah pelak...

Kuansing (Inmas) Ustadz Riyon Hartono, S.Pd.I., (URH) memberikan tausiyah menyambut Ramadhan sekaligus menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba di Surau Bunda Desa Saik Kecamatan Kuantan Mudik, Rabu malam (05/03/2024). Acara ini di hadiri juga oleh orang tua wali santri. 


Acara dimulai setelah pelaksanaan shalat Isya berjamaah. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al.Qur'an oleh ananda Zaim Hafidz. Dengan suara yang merdu beliau melantunkan kalam-kalan ilahi. Beliau merupakan salah seorang santri di Surau Bunda. 


Setelah itu dilanjutkan dengan tausiyah menyongsong Ramadhan oleh URH. Dalam penyampaian tausiyahnya, URH menyampaikan 2 (dya) poin penting. Pertama, tentang membina anak-anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Sebab salah satu amalan yang terus mengalir kepada orang tua yang telah meninggal adalah do'a dari anak-anak yang sholeh dan sholeh. 


Kedua, URH mengulas tausiyahnya tentang penyambutan bulan yang mulia, bulan penuh ampunan yaitu bulan Ramadhan. Dengan rasa gembira dan kebersihan hati, Ramadhan ini kita jadikan sebgai ladang ibadah dan kesempatan terbaik bagi kita untuk menggapai ridha Allah SWT. 


Penyampaian tausiyah sesekali disampaikan oleh URH dengan humor segar. Membuat jama'ah yang hadir terlihat betah mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kuantan Mudik ini selama lebih kurang 45 menit. 


Setelah tausiyah dilanjutkan dengan pemberian hadiah lomba yang dilaksanakan di Surau Bunda menjelang memasuki bulan Ramadhan 1445 H. Lomba yang diadakan antara lain adalah lomba Adzan, lomba shalat jenazah dan lomba hafiz Qur'an. 


Diakhir acara seluruh wali santri, semua santri Surau Bunda dan jama'ah yang hadir makan bersama. Setelah itu mereka saling bersalaman dan saling maaf memaafkan sesama wali santri, santri-santri, dan jamaah Surau Bunda Desa Saik. (URH)