Pekanbaru (Kemenag) – Kelompok kerja penyuluh (Pokjaluh) Agama
Islam Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan bimbingan rutin penyuluhan Napza di
Rumah Sakit Jiwa Provinsi Riau Jl. HR. Soebrantas Km 12,5 Pekanbaru, Kamis
(12/9). Penyuluhan yang dilakukan Arlis, Sutan dan Mukhlas ini dimulai pukul
10.00 WIB s.d 12.00 WIB mengangkat tema Taubat Nasuha.
"Setiap helai perlengkapannya memiliki arti simbol kehidupan,
kain putih tak berjahit menandakan kita tak membawa apa apa kecuali ketulusan,
lima helai tali melambangkan rukun Islam dan sholat lima waktu yang akan
menyelamatkan kita," ungkap Arlis dengan membawa contoh satu set kain
kapan mini, sebagai alat praga yang menandakan bahwa setelah wafat kita akan di
bungkus dengan kain kafan.
Sementara itu, Sutan menambahkan bahwa hidup di dunia sangat
singkat, lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kehidupan hanya antara azan dan
iqomat.
"dengan
maksud bahwa ketika lahir kita di azan kan dan sebelum masuk liang lahat di
iqomatkan, perbandingan kehidupan kita dengan akhirat sangatlah sebentar
saja" tutur Sutan.
Ditambahkan Mukhlas, kegiatan bimbingan penyuluhan ini di maksudkan adalah
dalam rangka memberikan pencerahan rohani dan kesiapan peserta didik warga
binaan untuk kembali ke masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.