Pekanbaru (Inmas) Koperasi Kelompok Wanita Tani Mekar Berseri Indah Pekanbaru menggelar RAT, pekan lalu pada Hari Selasa 10 Maret 2021 yang berlokasi di Jalan Lintas Timur KM 18 RT 03 RW 07 Kelurahan Sialang Rampai, Kulim Pekanbaru. Tampak Hadir pada Rapat Anggota Tahunan itu Dinas Koperasi dan UMKM yang diwakili Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Kota Pekanbaru Hj. Daryanis Febrihani, M.Pd, Camat Kulim, Lurah Sianlang Rampai, para Penyuluh Pertanian Kec. Kulim, Ketua LPM, Ketua PKK, dan ormas lainnya. Dalam sambutannya Camat Kulim Marzali, S.Sos memberi apresiasi yang luar biasa kepada koperasi tersebut, melihat perkembangan yang begitu pesat dari hari ke hari. "Ini sungguh patut diapresiasi, dana kekayaan koperasi tercatat saat ini Rp.149.574.000 juta, padahal bermula dari modal 23 juta saja" Ungkap Camat Kulim.
Sehubungan dengan itu pihak Camat Kulim mengaku ingin langsung bergabung dan menjadi anggota koperasi. Sementara pada kesempatan itu Dinas Koperasi yg diwakili oleh Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Kota Pekanbaru Hj. Daryanis Febrihani, M.Pd menyarankan agar manajemen koperasi yang selama ini hanya berjalan dalam sistem simpan pinjam, agar dikembangkan dengan membuka peluang usaha lainnya. "Yang nantinya bisa memberikan masukan penghasilan buat koperasi ini." Jelasnya.
Sementara dipenghujung acara, sambutan Motivator Keagamaan Nia Dahlia Penyuluh Agama Kemenag Kota Pekanbaru memaparkan pentingnya menjaga kekompakan sekaligus menjalin hubungan yang baik demi membesarkan usaha koperasi yang diinisiasi selama ini oleh Koperasi Kelompok Wanita Tani Mekar Berseri Indah. Nia menilai hal itu bisa diwujudkan berkat eksistensi koperasi tersebut. Menurutnya Penyuluh Agama Fungsional Islam di Riau terus melakukan diseminasi informasi dan motivasi kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan hadirnya koperasi kecil yang menginspirasi bagi banyak orang.
Nia sangat terkesan dengan koperasi yang bermula dari keberadaan dan eksistensi Penyuluh Agama Islam Fungsional memberikan Bimbingan Penyuluhan Agama dalam bahasa Agama dan pembangun. Nia menyebut para penyuluh tersebut membentuk koperasi pasca mendapat bantuan untuk kelompok Usaha Pemberdayaan Zakat bagi masyarakat ekonomi lemah. Berawal pada tahun 2015 dari Kanwil Kemenag Riau melalui APBN menyalurkan dana senilai 70 juta. Dan bantuan itu di alokasikan untuk membeli sejumlah alat pertanian, mesin pemotong ubi, kambing dan lain sebagainya senilai 47 juta. "Bersisa senilai 23 juta. Dengan dana tersebut diperuntukkan untuk modal koperasi yang masih aktif hingga kini," sebutnya.(Nadia/Rizq)