Mandau
(Kemenag) – Suasana di aula SMA Negeri 9 Mandau pada Selasa (12/8/2025) terasa
berbeda dari biasanya. Sebanyak 40 siswa peserta Bimbingan
Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan II tampak fokus menyimak setiap
kata yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Muhammad Fahmi. Dengan
pembawaan yang santai namun penuh makna, Fahmi mengupas tuntas materi bertema
“Memahami Dinamika Perkembangan Remaja”.
Sejak
awal,Muhammad Fahmi mengajak para siswa
untuk memahami bahwa masa remaja adalah periode penting yang dipenuhi berbagai
perubahan. Tidak hanya perubahan fisik seperti pertumbuhan badan atau perubahan
suara, tetapi juga perubahan emosi, pola pikir, minat, bahkan hubungan sosial.
“Masa remaja itu masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Banyak sekali
perubahan yang terjadi, dan kita harus belajar memahami serta mengelolanya,”
ujarnya membuka materi.
Ia
memaparkan bahwa dinamika perkembangan remaja mencakup empat aspek utama:
fisik, emosional, sosial, dan intelektual. Pada aspek fisik, misalnya, ia
menjelaskan bagaimana perubahan hormon memengaruhi penampilan dan energi tubuh.
Pada aspek emosional, ia mengingatkan bahwa perasaan yang naik turun adalah hal
wajar, namun perlu dikendalikan.
“Kalau
kita tidak memahami proses ini, kita bisa salah mengambil keputusan atau mudah
terpengaruh oleh hal-hal negatif. Tapi kalau kita tahu, kita akan lebih siap
dan percaya diri menghadapi perubahan,” tegas Muhammad Fahmi.
Penyampaian
materi tidak hanya berupa ceramah satu arah. Muhammad Fahmi kerap mengajukan
pertanyaan, memberi contoh kasus, dan mengajak siswa berbagi pengalaman. Tawa
dan antusiasme peserta beberapa kali terdengar, menandakan materi tersampaikan
dengan baik dan suasana tetap hidup.
Seorang
siswa yang mengikuti kegiatan mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.
“Ternyata banyak perubahan yang kami alami itu normal, dan kami jadi tahu
bagaimana menyikapinya. Materinya bermanfaat sekali,” ucapnya setelah sesi
selesai.
Dengan
cara penyampaian yang komunikatif dan materi yang relevan, Fahmi tidak hanya
memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada para remaja
bahwa setiap perubahan yang mereka alami adalah bagian alami dari proses tumbuh
dewasa proses yang harus dijalani dengan bijak, penuh persiapan, dan semangat
positif.