Kuansing (Kemenag)— Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, kembali menunjukkan komitmennya dalam membina umat melalui kegiatan keagamaan dengan memimpin acara wirid Yasinan yang dilaksanakan di Dusun Gelugur, Desa Kampung Baru Sentajo, pada Rabu malam (30/07/2025).
Kegiatan wirid Yasinan yang rutin dilaksanakan setiap pekan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan spiritual masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an serta mempererat silaturahmi antarwarga.
Dalam sambutannya, Muhammad Isam menyampaikan bahwa kegiatan wirid Yasinan bukan hanya tradisi semata, tetapi juga menjadi ladang pahala dan sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dalam membaca Al-Qur’an serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
 “Melalui kegiatan Yasinan ini, kita tidak hanya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, tapi juga membiasakan diri untuk senantiasa mengingat Allah, menjaga hati agar selalu bersih, dan menumbuhkan semangat ibadah,” ujar Isam dalam tausiyah singkatnya.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh puluhan jamaah, terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, serta ibu-ibu pengajian setempat. Setelah pembacaan Surah Yasin dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan dialog keagamaan ringan yang membahas persoalan ibadah harian dan pentingnya memperkuat akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Dusun Gelugur, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam Muhammad Isam atas kehadiran dan bimbingan yang diberikan kepada masyarakat.
 “Kami merasa terbina dan termotivasi. Kehadiran penyuluh agama seperti Pak Isam sangat kami butuhkan dalam membangun kehidupan keagamaan di kampung kami,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin penyuluhan agama Islam oleh KUA Kecamatan Sentajo Raya dalam rangka mendekatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat di seluruh pelosok desa.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pembinaan rohani, serta menjadikan Al-Qur’an dan ajaran Islam sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.(RDW)