0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam Perkokoh Sinergi Bersama SMA Negeri 1 Sentajo Raya

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya meningkatkan literasi keagamaan dan memberantas buta aksara Al-Qur an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya memperkuat kerja sama dengan SMA Negeri 1 Sentajo Raya.

Kuansing (Kemenag)— Dalam upaya meningkatkan literasi keagamaan dan memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya memperkuat kerja sama dengan SMA Negeri 1 Sentajo Raya. Program ini difokuskan pada pembinaan intensif kepada para siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an, sebagai bagian dari gerakan nasional pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Rabu (6/8/25).

Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap minggu dengan melibatkan Penyuluh Agama Islam yang bertugas di wilayah Kecamatan Sentajo Raya. Para penyuluh memberikan pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, S.Fil. I,MH, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk konkret dari tugas penyuluh agama dalam memberikan penyuluhan dan bimbingan keagamaan di lingkungan pendidikan formal. “Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat, dimulai dari kemampuan membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sentajo Raya, menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu pihak sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran penyuluh agama yang secara konsisten hadir setiap pekan. Ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi yang unggul dan berakhlakul karimah,” katanya.

Program ini tidak hanya menyasar siswa yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga mereka yang masih terbata-bata atau kurang lancar. Metode pengajaran dilakukan secara klasikal maupun privat, tergantung kebutuhan siswa. Selain itu, para penyuluh juga memberikan motivasi spiritual agar siswa lebih semangat dalam belajar Al-Qur’an.

Menurut Muhammad Isam,  salah satu Penyuluh Agama Islam yang aktif dalam program ini, kegiatan ini bukan hanya sekadar mengajarkan huruf hijaiyah, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. “Kami ingin membentuk karakter siswa yang Qur’ani, dimulai dari mengenal huruf, membaca dengan tartil, hingga memahami makna ayat-ayat suci,” ungkapnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Sentajo Raya dan sekitarnya dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an secara sistematis dan terintegrasi. Ke depan, KUA Sentajo Raya juga merencanakan perluasan program ke madrasah dan sekolah lain dengan dukungan penuh dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi.(RDW)