0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam, Sapri Marlian, S.Sy: Kembali Galakkan Magrib Mengaji, Wujudkan Generasi Qurani

Ringkasan: Kuansing ( Kemenag ) Sentajo Raya, Jumat, 25 Juli 2025 Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sentajo Raya, Sapri Marlian, S.Sy, kembali menggaungkan semangat "Magrib Mengaji" sebagai salah satu ikhtiar membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur an dan berakhlak mulia.

Kuansing ( Kemenag ) Sentajo Raya, Jumat, 25 Juli 2025 — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sentajo Raya, Sapri Marlian, S.Sy, kembali menggaungkan semangat "Magrib Mengaji" sebagai salah satu ikhtiar membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia. Seruan ini ditujukan khususnya kepada masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, terutama para orang tua di lingkungan Kecamatan Sentajo Raya.

Dalam himbauannya, Sapri Marlian menegaskan bahwa waktu magrib adalah momentum emas untuk memperkuat pendidikan agama anak-anak, sekaligus sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan zaman.

“Kami mengajak seluruh orang tua agar memerintahkan anak-anaknya pergi ke surau, musholla, atau masjid terdekat untuk belajar mengaji dan membaca Al-Qur’an. Jangan biarkan mereka larut dalam tontonan televisi, handphone, atau aktivitas lain yang bisa membuat mereka lupa akan pentingnya ilmu agama,” tegas Sapri.

Program Magrib Mengaji ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam pembinaan karakter anak sejak dini. Ia mengingatkan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas akhlak generasi muda saat ini.

“Dengan membiasakan anak-anak mengaji setiap magrib, insya Allah mereka tumbuh menjadi anak-anak yang mencintai Al-Qur’an, memahami nilai-nilai kebaikan, dan siap menghadapi kehidupan dengan bimbingan wahyu,” ujar Sapri penuh harap.

Sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama di tengah masyarakat, Sapri Marlian terus konsisten menghidupkan nilai-nilai keislaman yang membumi dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Gerakan Magrib Mengaji ini juga diharapkan menjadi bagian dari budaya lokal yang diperkuat kembali di tengah era digital, di mana anak-anak semakin akrab dengan dunia maya namun mulai menjauh dari rumah ibadah.

“Mari kita jadikan surau, musholla, dan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan karakter, tempat tumbuhnya generasi Qurani yang akan membawa cahaya bagi masa depan negeri ini,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan, Sapri Marlian, S.Sy mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan orang tua untuk bersama-sama menghidupkan kembali cahaya magrib dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. (Sapri Marlian, S.Sy)