0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam Tembilahan Ikuti ToT Digitalisasi Transaksi Ziswaf untuk Penyuluh Masjid Se-Indonesia

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) - Hapidah, seorang Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Tembilahan, turut serta dalam Training of Training (ToT) digitalisasi transaksi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa (11/3/2025).

Tembilahan (Kemenag) - Hapidah, seorang Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Tembilahan, turut serta dalam Training of Training (ToT) digitalisasi transaksi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa (11/3/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh masjid dari seluruh Indonesia.

ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para penyuluh masjid dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah dan memperluas jangkauan transaksi Ziswaf. Dalam era digital yang semakin berkembang, penggunaan platform digital diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan Ziswaf.

Hapidah, sebagai salah satu peserta, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan ini. Ia berharap dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan pengelolaan Ziswaf di wilayahnya.

"ToT ini sangat bermanfaat bagi kami para penyuluh masjid. Dengan adanya digitalisasi transaksi Ziswaf, kami dapat mempermudah masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf mereka. Selain itu, penggunaan platform digital juga dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Ziswaf,“ ujarnya.

"Saya berharap, setelah mengikuti ToT ini, saya dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan pengelolaan Ziswaf di wilayah Kecamatan Tembilahan. Saya juga berharap, digitalisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, bersedekah, dan berwakaf," tambahnya.

"Kami sebagai penyuluh masjid akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam hal pengelolaan Ziswaf. Kami percaya, dengan memanfaatkan teknologi digital, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan efisien,” tutupnya.  (Ria)