0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kuansing Dampingi Wanita Katolik dalam Pelayanan sebagai Kondaktor Pemberkatan Perkawinan

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Sebagai bagian dari pelaksanaan kerasulan awam dalam Gereja, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi terus berupaya menghadirkan nilai-nilai Injil melalui pembinaan iman, pendampingan pastoral, serta edukasi moral dan sosial kepada umat.

Kuansing (Kemenag) – Sebagai bagian dari pelaksanaan kerasulan awam dalam Gereja, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi terus berupaya menghadirkan nilai-nilai Injil melalui pembinaan iman, pendampingan pastoral, serta edukasi moral dan sosial kepada umat. Dalam rangka penguatan peran pelayanan liturgis, penyuluh melaksanakan pendampingan khusus kepada Wanita Katolik yang bertugas sebagai kondaktor (dirigen) pada pemberkatan perkawinan, Sabtu (22/11/2025).

Pendampingan ini menjadi bentuk nyata kontribusi kerasulan awam, di mana umat diberdayakan untuk mengambil bagian dalam tugas liturgis dan memperkaya kehidupan menggereja. Selama persiapan hingga pelaksanaan ibadat, penyuluh memastikan agar lagu-lagu liturgi dibawakan dengan baik, tertib, dan sesuai aturan Gereja sehingga mampu mendukung kekhidmatan sakramen perkawinan.

Penyuluh Agama Katolik Kuansing, Pakrin Manalu, S.Pd., menyampaikan bahwa pendampingan ini bukan hanya mengenai kemampuan teknis dalam memimpin koor, tetapi juga pembinaan iman dan keberanian umat untuk melayani.

“Pelayanan sebagai kondaktor merupakan bagian dari panggilan kerasulan awam. Melalui tugas ini, para ibu dapat menghadirkan suasana doa yang indah dan membantu umat memasuki suasana ibadat yang khidmat. Kami berharap semakin banyak umat yang terlibat aktif dalam pelayanan Gereja,” ujarnya.

Usai perayaan Misa, Pastor Ariando Maniuruk, OFMCap, ketika ditemui, memberikan apresiasi atas pelayanan musik liturgi yang telah dipersembahkan oleh para Wanita Katolik.

“Saya sangat mengapresiasi lagu-lagu yang dibawakan hari ini. Koor yang dipimpin dengan baik mampu mendukung suasana doa dan membuat perayaan berjalan lebih hidup dan bermartabat. Semoga pelayanan seperti ini terus ditingkatkan,” ungkap Pastor Ariando.

Melalui pendampingan berkelanjutan, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kuansing berharap umat semakin terlibat dalam berbagai bidang pelayanan: liturgia, koinonia, kerygma, martyria, dan diakonia, sehingga kehadiran Gereja dapat semakin dirasakan dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.(PM)