Kuansing (Kemenag) – Pendidikan karakter dan iman merupakan fondasi penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini dan terus dikembangkan di jenjang sekolah dasar. Pada masa usia dini (0–6 tahun), pembentukan karakter dimulai melalui kebiasaan baik dan peneladanan dari orang tua maupun lingkungan terdekat. Memasuki usia sekolah dasar (7–12 tahun), penguatan karakter dilengkapi dengan pengajaran nilai moral dan agama yang lebih terstruktur.
Sebagai wujud dukungan dalam mencerdaskan generasi bangsa, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Pakrin Manalu, S.Pd, melaksanakan penyuluhan keagamaan di SDN 025 Sinambek, pada Jumat, 21 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa beragama Katolik dari kelas 1 hingga kelas 6, yang hadir dengan penuh antusias.
Dalam penyuluhan tersebut, disampaikan bahwa pendidikan karakter dan iman sejak dini memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak, antara lain:
Membentuk kepribadian yang baik. Anak dikenalkan pada nilai moral, disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan sosial yang penting untuk kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan kecerdasan emosi. Pendidikan karakter membantu anak mengelola emosi secara sehat sehingga mereka memiliki kesiapan mental menghadapi berbagai tantangan.
Membangun fondasi moral dan spiritual. Pendidikan iman memberi arah hidup yang kuat. Di jenjang sekolah dasar, nilai-nilai keimanan dapat ditanamkan melalui cerita teladan, kisah inspiratif, serta pembelajaran agama Katolik yang sesuai tingkat usia.
Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan karakter yang baik, suasana sekolah menjadi lebih positif, siswa dapat saling menghargai, dan interaksi belajar berjalan harmonis.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kuantan Singingi menegaskan komitmennya dalam mendampingi dan memperkuat pembinaan iman serta karakter siswa Katolik sejak dini, demi mewujudkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. (PM)