Kuansing (Kemenag) — Umat se-Paroki St. Antonius Padua Teluk Kuantan, Keuskupan Padang, menyelenggarakan Rapat Paripurna (Pleno) Tahun 2025 pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Gereja Paroki St. Antonius Teluk Kuantan. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi perjalanan program dan pelayanan umat sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan arah pelayanan Gereja pada tahun 2026 mendatang.
Rapat Paripurna Paroki ini dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki St. Antonius Padua Teluk Kuantan, P. Sergius Wijaya, OFMCap. Dalam sambutan pembukaannya, Pastor Paroki menegaskan pentingnya rapat paripurna sebagai ruang refleksi iman dan kebersamaan dalam pelayanan.
“Rapat Paripurna ini bukan sekadar forum laporan dan perencanaan, melainkan sarana refleksi iman untuk melihat kembali karya pelayanan yang telah kita jalani dan menyusun arah pelayanan Gereja ke depan secara bersama-sama,” ujar P. Sergius Wijaya, OFMCap.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus gereja dari empat wilayah, yakni Wilayah St. Matius Teluk Kuantan, Wilayah St. Lukas Simpang Kampar, Wilayah St. Yohanes Peranap, dan Wilayah St. Markus Sentajo. Kehadiran para pengurus wilayah mencerminkan semangat sinodal, kebersamaan, dan tanggung jawab kolektif dalam membangun kehidupan menggereja.
Dalam kegiatan tersebut, Pakrin Manalu, S.Pd, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, turut berperan aktif sebagai Sekretaris Rapat Paripurna. Ia menyampaikan bahwa rapat paripurna ini menjadi sarana penting dalam memperkuat tata kelola pelayanan umat serta meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan Gereja.
“Rapat Paripurna Paroki ini menjadi wadah evaluasi bersama atas seluruh program dan pelayanan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Dari proses ini diharapkan lahir program-program tahun 2026 yang lebih terarah, terukur, dan menyentuh kebutuhan nyata umat, sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan kebersamaan,” ungkap Pakrin Manalu, S.Pd.
Setelah pembukaan rapat paripurna, kegiatan dilanjutkan dengan seminar pastoral bertema “Peran dan Tanggung Jawab Dewan Pastoral dan Katekese” yang disampaikan oleh P. Octavianus Situngkir, OFMCap. Dalam pemaparannya, ia menegaskan panggilan imamat umum yang diterima setiap orang beriman melalui Sakramen Baptis, Ekaristi, dan Sakramen Penguatan.
“Melalui Sakramen Baptis, Ekaristi, dan Penguatan, setiap orang beriman dipanggil untuk mengambil bagian dalam imamat umum Kristus sebagai imam yang menguduskan, nabi yang mewartakan kebenaran, dan raja yang melayani dengan kasih,” jelas P. Octavianus Situngkir, OFMCap.
Rapat Paripurna Paroki St. Antonius Padua Teluk Kuantan ini diharapkan menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan program pelayanan tahun 2026 agar semakin efektif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan iman umat serta kehadiran Gereja di tengah masyarakat. (PM)