0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Katolik Lakukan Pembinaan Rohani dan Pendampingan Sakramen Tobat di Lapas Teluk Kuantan

Ringkasan: Teluk Kuantan (Kemenag) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Pakrin Manalu, S.Pd, melaksanakan tugas pembinaan rohani bagi warga binaan beragama Katolik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Teluk Kuantan, Sabtu (25/10/2025).Kegiatan ini dilaksanakan deng...


Teluk Kuantan (Kemenag) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Pakrin Manalu, S.Pd, melaksanakan tugas pembinaan rohani bagi warga binaan beragama Katolik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Teluk Kuantan, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama Pastor di Wilayah Teluk Kuantan, Paroki Santo Antonius Padua, yakni Vikaris Parokial, RP Ariando Maniuruk, OFMCap, yang memimpin pelayanan Sakramen Tobat (Pengakuan Dosa) bagi para tahanan Katolik.

Meskipun jumlah warga binaan Katolik hanya tiga orang, pelayanan rohani tetap dilaksanakan secara penuh dan khidmat. Melalui kegiatan ini, para warga binaan memperoleh kesempatan untuk memperbarui kehidupan rohaninya, menimba kekuatan iman, serta mengalami kasih dan pengampunan Allah melalui pelayanan Gereja.

Pakrin Manalu menjelaskan bahwa pembinaan rohani di Lapas merupakan wujud nyata kehadiran Gereja dan negara dalam mendampingi umat di berbagai situasi kehidupan.

 “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan semangat pertobatan dan memberi motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Pakrin.

Sementara itu, Pastor Ariando Maniuruk, OFMCap, mengungkapkan apresiasinya atas kerja sama antara pihak Lapas dan Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan iman bagi umat Katolik.

“Sakramen tobat adalah wujud kasih Allah yang memulihkan dan mengangkat manusia dari keterpurukan. Gereja hadir di sini untuk menegaskan bahwa setiap orang, betapapun berat masa lalunya, tetap dicintai dan memiliki kesempatan untuk bertobat,” tutur Pastor Ariando.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hening dan penuh kekhidmatan, serta diakhiri dengan doa bersama memohon berkat Tuhan bagi seluruh warga binaan agar semakin teguh dalam iman dan harapan.

Pihak Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan, yang diwakili oleh Partunggul Pandiangan, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan pembinaan rohani tersebut.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan pelayanan rohani yang diberikan kepada warga binaan kami. Pembinaan keagamaan seperti ini sangat membantu proses pemulihan moral dan spiritual para warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik,” ujar Partunggul.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan bagi pelayanan rohani umat Katolik di Lapas Teluk Kuantan, serta menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga pemasyarakatan dalam membina iman, moral, dan kemanusiaan.PM