Siak (Inmas) Selasa (28/05/2024)
Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak Muhammad
Syukri, S. Ud., M. Ag yang juga merupakan ketua stunting perwakilan dari
seluruh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Siak menghadiri rapat
koordinasi pencegahan stunting di 2 Kecamatan Siak dan Mempura yang bertempat di
zamrud room komplek perumahan dinas Bupati Siak.
Acara yang dibuka langsung Wakil
Bupati Siak, Husni Merza ini juga dihadiri sekitar 40 orang peserta lainnya
yang berasal dari berbagai instansi diantaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Siak,
Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Siak, Camat Siak, Camat Mempura, Kepala
Puskesmas Kecamatan Siak dan Mempura serta kader posyandu se Kecamatan Siak dan
Kecamatan Mempura.
Dalam acara tersebut Husni Merza
menyeru untuk mendata latar belakang orang tua anak yang terdampak stunting
apakah ASN dan honorer atau karyawan agar dipanggil kepala dinas atau pimpinan perusahaan
untuk menggali apa penyebabnya, “terus pantau tumbuh kembang anak yang
terdampak stunting selama 59 bulan, saya yakin Bapak/Ibu telah bergerak ekstra
untuk menekan angka stunting demi tercapainya target penurunan angka stunting”ujarnya.
Disamping itu Wakil bupati juga
mengatakan akan meninjau kembali anggaran desa jika anggaran pencegahan stunting
tidak disalurkan sebagai mana mestinya. Beliau
juga menghimbau untuk melakukan kolaborasi dan intervensi setiap elemen
masyarakat untuk pencegahan Stunting di tengah masyarakat serta. Beliau juga
menekankan kecamatan Siak dan Mempura harus menjadi role off model pencegahan
Stunting.
Ditemui usai pertemuan
berlangsung Muhammad Syukri selaku ketua perwakilan penyuluh agama Islam
Kemenag Siak juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemerintah, ”sebagai
mitra kerja pemerintah penyuluh agama Islam mendukung penuh program-program pemerintah
salah satunya program prioritas pencegahan stunting dengan rutin memberikan
penyuluhan, edukasi dan informasi tentang ancaman stunting bahaya stunting pada
desa/kampung maupun mejelis taklim binaan di wilayah kerja masing-masing
penyuluh. Semoga dengan ikhtiar penyuluh di tengah-tengah masyarakat dapat
mewujudkan target kita bersama”. Tuturnya (mks/Fz)