Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya membina mental dan spiritual warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik, dua Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rengat pada Kamis (06/11/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Penyuluh Agama Kristen KUA Kecamatan Pasir Penyu, Mariana Gea, bersama rekannya dari KUA Kecamatan Seberida, Ellen Lumbantoruan.
Penyuluhan tersebut bertujuan memberikan penguatan iman, motivasi hidup, serta bimbingan moral kepada warga binaan pemasyarakatan agar mereka dapat memperbaiki diri dan memiliki semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih positif. Melalui pendekatan keagamaan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, empati, dan kesadaran spiritual sebagai bekal penting saat kembali ke tengah masyarakat.
Mariana Gea menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan di Rutan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap sesama yang sedang menjalani proses pembinaan. “Kami ingin menanamkan nilai bahwa setiap manusia memiliki kesempatan kedua. Keimanan dapat menjadi kekuatan untuk berubah dan kembali menjalani hidup dengan penuh harapan,” ujarnya.
Sementara itu, Ellen Lumbantoruan menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para warga binaan yang tampak antusias mengikuti sesi pembinaan. “Mereka butuh didengarkan dan diberi pengharapan. Melalui firman Tuhan, kami berusaha membangkitkan kesadaran bahwa setiap individu tetap berharga di mata Tuhan,” katanya.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan lintas agama yang digerakkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu melalui para penyuluh. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga binaan, yang kini memiliki ruang untuk merenungi kesalahan sekaligus memperbaiki diri secara spiritual dan sosial.
Melalui langkah kecil seperti ini, peran penyuluh agama tidak hanya hadir di tempat ibadah, tetapi juga menjangkau ruang-ruang kehidupan yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan menjadikan agama sebagai sumber kekuatan, pengharapan, dan perubahan yang nyata.