Mandau (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Pit Era Yenti, mengikuti Pelatihan Internet Sehat yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Si Pintar pada Senin (25/8/2025). Kegiatan ini berlangsung sejak 23 hingga 27 Agustus 2025 dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para penyuluh agama, guru, dan tokoh masyarakat dengan wawasan serta keterampilan dalam menggunakan internet secara bijak, aman, dan produktif. Hal ini menjadi penting mengingat dunia digital kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk dalam aktivitas dakwah dan pembinaan umat.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi seputar etika bermedia digital, literasi informasi, pencegahan hoaks, perlindungan data pribadi, hingga strategi memanfaatkan internet untuk dakwah positif. Seluruh sesi dikemas secara interaktif, dilengkapi dengan praktik langsung dan simulasi penggunaan platform digital secara sehat.
Pit Era Yenti menyampaikan rasa syukur dapat mengikuti kegiatan ini. “Sebagai penyuluh, kami dituntut bukan hanya bisa berdakwah di dunia nyata, tetapi juga mampu hadir di ruang digital dengan cara yang menyejukkan dan mencerdaskan. Pelatihan internet sehat ini sangat bermanfaat agar kami bisa lebih bijak dan aman dalam menggunakan media digital, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan lebih luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pit Era Yenti menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran penting dalam membentengi masyarakat dari dampak negatif dunia maya. Dengan pemahaman literasi digital yang baik, penyuluh dapat membantu jamaah, remaja, dan masyarakat umum agar tidak mudah terjebak dalam hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang menyesatkan.
Program pelatihan ini merupakan salah satu komitmen Kementerian Agama dalam mendukung transformasi digital di bidang keagamaan. Harapannya, para penyuluh mampu memanfaatkan internet sebagai sarana dakwah yang efektif, membangun jejaring, serta menciptakan konten-konten edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.
Dengan selesainya pelatihan ini pada 27 Agustus mendatang, Pit Era Yenti bersama peserta lainnya diharapkan dapat menjadi pionir dalam gerakan dakwah digital yang sehat, aman, dan bermartabat, sehingga kehadiran penyuluh agama benar-benar relevan dengan tantangan zaman.