Pinggir (Kemenag) — Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman yang begitu cepat, penyuluh agama dituntut hadir bukan sekadar menyampaikan nasihat, tetapi juga menjadi sahabat dan pendengar bagi generasi muda. Semangat itulah yang diwujudkan oleh Yessi Novrianty, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pinggir, melalui kegiatan dialog inspiratif bertajuk “Ketika Remaja Bertanya, Penyuluh Menjawab” yang dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Pinggir pada Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang yang hangat dan terbuka bagi para remaja untuk berbagi cerita, bertanya, dan mencari arah di tengah berbagai tantangan kehidupan. Dengan gaya komunikasi yang lembut, santai, namun penuh makna, Yessi mengajak para peserta memahami nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam menghadapi dunia modern yang sarat godaan dan distraksi.
“Remaja adalah masa pencarian jati diri. Mereka butuh bimbingan, bukan hanya aturan. Butuh pendamping, bukan hanya teguran,” tutur Yessi dalam dialog tersebut. “Melalui ruang seperti ini, kita ingin menegaskan bahwa Islam tidak membatasi kreativitas remaja, tetapi justru menuntun agar potensi mereka berkembang di jalan yang benar.”
Dalam suasana yang akrab, sejumlah peserta berani mengajukan pertanyaan seputar pergaulan, cinta di usia muda, pengaruh media sosial, serta bagaimana menjaga iman di tengah lingkungan yang serba bebas. Setiap pertanyaan dijawab Yessi dengan pendekatan yang membumi, menggunakan bahasa yang dekat dengan keseharian remaja, namun tetap bernuansa dakwah dan nilai-nilai keteladanan.
Dialog tersebut tidak hanya menjadi ajang tanya jawab, tetapi juga proses penyadaran diri. Banyak remaja yang tersentuh ketika mendengar penjelasan tentang pentingnya menjaga hati, menghormati orang tua, dan menata masa depan dengan iman sebagai fondasi.
"Kegiatan ini membuat saya merasa lebih dekat dengan agama. Ternyata banyak hal dalam Islam yang relevan dengan kehidupan kita sekarang,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Melalui pendekatan yang edukatif, komunikatif, dan penuh empati, penyuluh hadir sebagai sahabat remaja menyapa dengan hati, membimbing dengan kasih, dan menuntun dengan ilmu.
KUA Kecamatan Pinggir terus berkomitmen menciptakan ruang pembinaan yang ramah dan inklusif bagi masyarakat, termasuk kalangan remaja, agar nilai-nilai keislaman tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dihidupkan dalam perilaku sehari-hari.
Dengan langkah kecil namun bermakna seperti ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, santun dalam akhlak, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.