0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Kuantan Mudik Optimis Brantas Buta Aksara Al-Qur’an di SMPN 2 Kuantan Mudik

Ringkasan: Kemenag (Kuansing) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas buta aksara Al-Qur an di kalangan generasi muda. Senin (16/09/2025), kegiatan pembinaan baca tulis Al-Qur an digelar di SMPN 2 Kuantan Mudik dengan melibatkan sel...

Kemenag (Kuansing)– Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan generasi muda. Senin (16/09/2025), kegiatan pembinaan baca tulis Al-Qur’an digelar di SMPN 2 Kuantan Mudik dengan melibatkan seluruh siswa.

Kegiatan ini fokus pada pengenalan huruf hijaiyah, pembetulan makhrajul huruf, serta pembiasaan membaca Al-Qur’an secara tartil. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari tahsin hingga praktik langsung. Pendekatan yang digunakan para penyuluh bersifat interaktif, sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami. (16/09/25)

Penyuluh Agama Islam Kuantan Mudik menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an adalah bekal penting dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. “Kami optimis buta aksara Al-Qur’an di sekolah-sekolah dapat diberantas. Dengan sinergi antara guru, orang tua, dan penyuluh agama, cita-cita ini insya Allah bisa terwujud,” ujarnya Suhailis 

Pihak sekolah menyambut baik program ini. Guru Agama SMPN 2 Kuantan Mudik menegaskan bahwa kerja sama dengan KUA menjadi bagian penting dalam membentuk karakter religius siswa. “Selain cerdas secara akademis, anak-anak juga perlu dibekali kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an. Kami berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin,” ungkapnya. Ibuk Rita, S.Pd.I

Lebih jauh, program ini juga sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar. Dengan adanya pembinaan sejak dini, diharapkan generasi muda tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kegiatan, para siswa dimotivasi untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam perjalanan hidup mereka. Penyuluh Agama mengingatkan, “Al-Qur’an adalah cahaya yang tidak akan pernah padam. Siapa yang dekat dengannya, insya Allah akan mendapatkan petunjuk dalam setiap langkah.” (AS)