0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Nurdin Pimpin Doa Pengantin Cecah Inai Adat Melayu di Keritang

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Momen istimewa pernikahan sepasang mempelai, Ibrahim dan Wabika, di kampung halaman Sungai Gergaji, Kelurahan Kotabaru Reteh, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi lebih bermakna dengan kehadiran seorang tokoh agama.

Tembilahan (Kemenag) โ€“ Momen istimewa pernikahan sepasang mempelai, Ibrahim dan Wabika, di kampung halaman Sungai Gergaji, Kelurahan Kotabaru Reteh, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, menjadi lebih bermakna dengan kehadiran seorang tokoh agama. Nurdin, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gaung, secara tak terduga didaulat untuk memimpin doa dalam acara "Cecah Inai," sebuah tradisi adat suku Melayu yang kental dengan nuansa spiritual, Jumโ€™at malam (28/6/2025).

Acara Cecah Inai yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh keluarga besar kedua mempelai, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang turut berbahagia. Tradisi ini merupakan salah satu rangkaian penting dalam upacara pernikahan adat Melayu, di mana calon pengantin akan diinai atau dihenna sebagai simbol keberkatan dan kesiapan memasuki bahtera rumah tangga.

Nurdin, yang kebetulan sedang pulang kampung dan berkesempatan hadir, tak menyangka akan mendapat kehormatan untuk memimpin doa di hadapan banyak pasang mata. Kesempatan ini menjadi bukti pengakuan masyarakat terhadap peran dan kapasitasnya sebagai penyuluh agama.

"Alhamdulillah, kebetulan saya pulang kampung dan dapat menghadiri acara Cecah Inai ini. Saya ditunjuk untuk membacakan doa," ujar Nurdin dengan rendah hati. "Ini adalah kehormatan bagi saya untuk bisa menjadi bagian dari momen bahagia Ibrahim dan Wabika, serta turut mendoakan keberkahan bagi rumah tangga mereka. Semoga acara adat seperti ini terus lestari dan menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi,โ€ tambahnya.

Kehadiran seorang penyuluh agama dalam memimpin doa di acara adat seperti Cecah Inai ini juga menunjukkan adanya sinergi yang baik antara nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal, memperkuat tatanan sosial dan spiritual masyarakat Melayu di Indragiri Hilir.ย  (Ria)