0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Rangsang Barat Gelar Demonstrasi Eco Enzym, Libatkan Pelajar dan Mahasiswa dalam Gerakan Cinta Bumi

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-2 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), penyuluh agama Kecamatan Rangsang Barat melaksanakan kegiatan demonstrasi pembuatan eco enzym sebagai bagian dari edukasi lingkungan berbasis nilai keagamaan pada Kamis(29/5).

Meranti(Kemenag)— Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-2 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), penyuluh agama Kecamatan Rangsang Barat melaksanakan kegiatan demonstrasi pembuatan eco enzym sebagai bagian dari edukasi lingkungan berbasis nilai keagamaan pada Kamis(29/5). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SD, MTs, dan mahasiswa dari wilayah binaan penyuluh.

Kegiatan yang digelar secara interaktif ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini serta mengedukasi peserta tentang manfaat eco enzym dalam menjaga lingkungan dan mengurangi limbah rumah tangga. Eco enzym sendiri merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik, yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pupuk cair, pembersih alami, hingga pengusir hama.

Demonstrasi ini berlangsung dalam suasana edukatif dan menyenangkan, dipandu langsung oleh para penyuluh agama Islam. Peserta diajak untuk memahami proses pembuatan eco enzym secara praktis dengan bahan-bahan sederhana seperti kulit buah, gula merah, dan air.

Kegiatan ini selaras dengan tema Harlah IPARI ke-2, yaitu “Gerakan Penyuluh Agama Cinta Bumi: Zero Waste dan Eco Enzym”, yang menegaskan peran strategis penyuluh dalam gerakan peduli lingkungan.

Lebih dari sekadar edukasi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan ekoteologi, yaitu pendekatan keberagamaan yang peduli terhadap keberlanjutan alam semesta. Hal ini sejalan dengan gagasan Menteri Agama RI yang dituangkan dalam program Asta Protas Kemenag Berdampak.

Salah satu penyuluh agama Kecamatan Rangsang Barat, Nurjamilah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret peran penyuluh agama dalam menyampaikan dakwah bil hal, yakni dakwah melalui tindakan nyata yang relevan dengan isu-isu kekinian, termasuk isu lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Generasi muda harus dibekali tidak hanya dengan pengetahuan agama, tapi juga dengan kesadaran ekologis yang kuat,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta dan pendamping, serta menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian bumi. (T)