0 menit baca 0 %

Penyuluh Fungsional Jusniwati, S.Ag Ambil Peran Pemberantas Buta Huruf Al-Qur'an di SMA N I Kec. Benai

Ringkasan: Kuansing (Inmas) Penyuluh Fungsional Agama Islam KUA Kec. Benai, Jusniwati, S.Ag melaksanakan bimbingan dan penyuluhan Agama dalam bentuk Berantas Buta Huruf Al-Qur'an di SMA N I Kec. Benai, Jum'at siang (04/02/2022)Kegiatan ini sudah berjalan mulai bulan Januari 2022 ini yang dilaksanakan satu kali...

Kuansing (Inmas) Penyuluh Fungsional Agama Islam KUA Kec. Benai, Jusniwati, S.Ag melaksanakan bimbingan dan penyuluhan Agama dalam bentuk Berantas Buta Huruf Al-Qur'an di SMA N I Kec. Benai, Jum'at siang (04/02/2022)

Kegiatan ini sudah berjalan mulai bulan Januari 2022 ini yang dilaksanakan satu kali seminggu, setiap hari Jum'at jam 14.00 Wib sampai waktu shalat Ashar. Bertempat di Mushalla SMA N I Benai.


Setiap akan dimulainya pembelajaran terlebih dahulu Penyuluh memberikan motivasi kepada siswa/siswi, dengan menceritakan kisah orang-orang yang pandai membaca Al-Qur'an dan keutamaan-keutamaan bagi yang membaca dan mengajarkan Al-Qur'an. Ini di jelaskan dari beberapa Sabda Rasul ; "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."( HR. Bukhari )

"Bacalah oleh kalian Al-Qur'an ia akan datang pada hari Kiamat kelak sebagai pemberi Syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya,"(HR. Muslim).


Pada pertemuan hari ini Penyuluh Jusniwati, S.Ag melanjutkan materi minggu yang lalu dengan memperkenalkan Huruf Hijaiyah. Huruf demi huruf diperkenalkan dan juga cara membacanya. Alhamdulillah Siswa/siswi sangat bersemangat dalam belajar demi mengejar ketinggalan-ketinggalannya.


Kami merasa sangat bersyukur dengan kehadiran dan niat baik Ibu Penyuluh Jusniwati,S.Ag untuk memberi kami bimbingan terhadap ketinggalan kami dalam belajar membaca Al-Qur'an, kami akan belajar sungguh-sungguh dengan Ibu Penyuluh Jusniwsti,S.Ag, semoga kami semua bisa membaca Al-Qur'an dengan baik,benar dan lancar ungkap Aqil Al Refqi, seorang siswa kelas I Jurusan IPS.

Dari pengakuan Aqil ini, menunjukkan siswa/siswi mulai menyadari akan ketertinggalannya di bidang membaca Al-Qur'an.


Harapan Penyuluh semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, dan seluruh siswa/siswi SMA N I yang belum bisa membaca Al-Qu'an dapat teratasi. Dan Pemberantas Buta Huruf Al-Qur'an merupakan salah satu dari 8 bidang yang harus dikuasai oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama bersama dengan seluruh komponen Penyuluh dalam upaya pembinaan ummat. Jusniwati mengakhiri (Jus)