Kuansing (Inmas) Penyuluh Fungsional Jusniwati, S.Ag sampaikan Tausiyah pada Majelis Taklim Surau Nulul Hasanah Desa Pulau Ingu Kec.Benai, Sabtu 20 November 2021.
Peserta Majelis Taklim Surau Nurul Hidayah yang hadir pada malam itu lebih kurang 30 orang.
Adapun tema yang penyuluh sampaikan pada waktu itu "SUCIKAN HARTA KITA". Tujuan disampaikan tema ini dalam rangka Optimalisasi Zakat dan Wakaf.
Penyuluh menjelaskan bahwa zakat merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tiang syari'at Islam, oleh sebab itu, hukum menunaikan Zakat adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Bahkan di dalam Al-Qur'an terdapat 32 tempat Allah Swt. Menggabungkan kalimat Sholat dan Zakat secara beriringan yang menjadi dalil betapa tingginya kedudukan Zakat.
Bila rukun Islam, seperti membaca Syahadat, Sholat, Puasa dan Haji memiliki hubungan langsung dengan Allah Swt. Zakat tidak saja memiliki hubungan langsung dengan Allah Swt, tetapi juga memiliki hubungan dengan manusia secara sosiologis. Begitu pentingnya peran Zakat dalam pembangunan masyarakat Islam.
Dan ekonomi Islam tidak terlepas dari Zakat dan Wakaf, dan hal itu merupakan instumen yang potensial dalam meningkatkan perekonomian. Apabila Zakat dikelola dengan baik dipastikan bahwa Zakat-Zakat tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi bagi umat Islam, demikian juga dengan Wakaf.
Sekarang yang menjadi persoalan, sudahkah kita yang memiliki rezeki yang berlebih mau mengeluarkan sebagiannya.
Dalam hal ini Penyuluh juga menjelaskan ancaman Allah Swt, bagi yang kikir. Ini terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 188, artinya menerangkan "Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan dilehernya pada hari Kiamat."
Dan Sabda Rasulullahpun menjelaskan,"Barang siapa yang di beri harta oleh Allah Swt. Tetapi tidak mau mengelurkannya, pada hari Kiamat hartanya itu akan dijadikan sebagai ular jantan yang banyak mengandung racun di kepalanya.ular itu dikalungkan pada lehernya pada hari Kiamat, kemudian akan menerkam kedua tangan orang tersebut dengan kedua rahangnya kemudian ular itu berkata;"Aku harta mu, Aku harta simpanan mu".
Jema'ah sangat antusias dan serius mendengarkan penjelasan-penjelasan yang Penyuluh uraikan tentang Zakat dan Wakaf ini. Apalagi ketika Penyuluh menguraikan ancaman-ancaman Allah SWT, bagi orang-orang yang kikir dan tidak mau berzakat, berwakaf, berinfak dan bersedekah.
Penyuluh berharap dengan tersampainya materi ini jema'ah akan lebih memahami tentang makna memberi, berzakat dan bewakaf.sehingga ringan hati dan tanganya untuk memberi. Apabila Zakat/Wakaf telah terkelolah dengan baik semoga tidak ada lagi fakir miskin yang terlantar, harapan jusniwati mengakhiri (Jus)