0 menit baca 0 %

Penyuluh Katolik Kemenag Kuantan Singingi: Pelayanan Ibadat Sabda dan Penyuluhan Moderasi Beragama

Ringkasan: Kuantan Sako, Minggu 05 Oktober 2025 Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Pakrin Manalu, kembali melaksanakan pelayanan rohani dan penyuluhan iman di Gereja St. Bonaventura Kuantan Sako.Kegiatan dimulai dengan Liturgi Ibadat Sabda Tanpa Imam, di mana Pakrin Man...


Kuantan Sako, Minggu 05 Oktober 2025 — Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Pakrin Manalu, kembali melaksanakan pelayanan rohani dan penyuluhan iman di Gereja St. Bonaventura Kuantan Sako.

Kegiatan dimulai dengan Liturgi Ibadat Sabda Tanpa Imam, di mana Pakrin Manalu bertugas sebagai petugas P2 menjadi pengkhotbah dengan tema: “Kerendahan Hati, Buah dari Iman Sejati”, beliau mengajak umat untuk selalu percaya, tekun, dan rendah hati dalam menjalani hidup beriman. 

“Pada dasarnya, manusia itu memiliki kepercayaan pada dirinya yang membedakannya dari ciptaan lainnya. Besar atau kecilnya iman tidak dapat diukur, tetapi bila kita percaya dan tekun melaksanakannya, meskipun kecil akan menghasilkan sesuatu yang tidak terduga. Sekiranya kamu mempunyai iman sekecil biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: ‘Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut,’ dan pohon itu akan taat kepadamu (Lukas 17:6). Maka jangan berkecil hati bila merasa imanmu kecil, tetaplah rendah hati sebagai hamba Tuhan, meskipun doa dan pengorbanan kita belum terlihat hasilnya sekarang, tetapi akan dicatat dalam kitab Allah,” ungkapnya.

Setelah ibadat, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan tentang Moderasi Beragama. Dalam penyampaian materinya, Pakrin Manalu menekankan pentingnya sikap terbuka, toleran, dan cinta damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari menjadi Katolik yang setia pada iman, tetapi juga terbuka, toleran, dan membawa damai bagi semua orang,” pesannya menutup kegiatan.

Melalui kegiatan ini, umat diharapkan semakin diteguhkan dalam iman, semakin rendah hati dalam pengabdian kepada Tuhan, serta semakin berkomitmen untuk hidup rukun dan damai di tengah masyarakat majemuk. ( PR )