Kuansing (Kemenag) - Sebuah tonggak bersejarah dicapai oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuantan Singingi dengan diangkatnya Pakrin Manalu. S.Pd, penyuluh agama Katolik asal Tapanuli Tengah, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia menjadi penyuluh Katolik PNS pertama di Kuansing, setelah lulus dari seleksi CPNS Kemenag 2024.
Pakrin Manalu alumnus Sarjana Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gungungsitoli, sebelumnya bertugas sebagai Guru Agama Katolik di SMA Swasta Budi Mulia Tumba Jae Tapanuli Tengah. Pada gelombang seleksi CPNS 2024, ia mengikuti rangkaian tes termasuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), sampai wawancara moderasi beragama. Berkat kompetensi dan dedikasinya, ia berhasil meraih formasi Penyuluh Agama Ahli Pertama – Penyuluh Agama Katolik, dan ditempatkan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau.
Makna dan Dampak Strategis
•Keterwakilan agama: Keberadaan Pakrin Manalu memperkuat semangat keberagaman di lingkup Kemenag Kuansing, menunjukkan kesetaraan bagi semua agama.
•Profesionalitas dan motivasi: Status PNS memberikan motivasi kuat bagi penyuluh lain untuk memperdalam kompetensi dalam penyuluhan agama dan moderasi beragama, sesuai kebijakan Kemenag
•Landasan moderasi beragama: Sebagaimana 10 penyuluh lintas agama yang dibekali menjadi enumerator survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) di daerah ini, kehadiran Pakrin sebagai PNS memperkuat komitmen moderasi beragama
“Saya bersyukur dan merasa terhormat bisa menjadi penyuluh Katolik PNS pertama di Kuansing. Saya berharap dapat berkontribusi meningkatkan kerukunan dan pelayanan pastoral di masyarakat,” ujar Pakrin Manalu.
Kepala Kemenag Kuansing, Suhelmon, MA, C.QEM., menyambut positif: “Pengangkatan Pakrin Manalu, S.Pd, adalah bukti nyata inklusi agama dan komitmen moderasi beragama di Kabupaten Kuantan Singingi.”
Pengangkatan Pakrin Manalu sebagai penyuluh Katolik PNS pertama di Kuansing menandai kemajuan dalam pengakuan dan profesionalisasi penyuluhan beragama. Ini tidak hanya memperkuat penyelenggaraan agama di daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi penyuluh lintas agama lainnya. Diharapkan pencapaian ini menjadi model yang dapat diikuti oleh kabupaten/kota lain.