Kuansing ( inmas ) Rimi Herlis ingatkan anggota wirid agar bersikap dewasa menyikapi perbedaan pilihan politik. Hal ini disampaikan Rimi ketika memandu kegiatan majelis ta'lim di surau Al-Jihad Lubuk Terentang Gunung Toar. Jum'at, 05/12/2020
Kegiatan majelis ta'lim ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan ba'da ashar setiap hari Jum'at. Dalam kegiatan itu dilakukan pembacaan surat yasin, surat-surat pendek, doa dan sesekali diskusi dan tausiyah.
Mengingat bahwa sekarang pilkada Kuansing tinggal hitungan hari, tepatnya pada tanggal 09 Desember 2020 mendatang. Aura dukung mendukung paslon kian tampak dan terasa yang berpotensi memicu konflik antar tim dan para pendukung. Bahkan tidak mustahil aura itu merambah dalam aktivitas yang bernuansa keagamaan, misalnya terjadinya gesekan sosial antar jemaat masjid, surau, dan majelis taklim. Untuk itu Rimi Herlis, S.Pd.I mengingatkan anggota wirid yasin agar slalu menjaga silaturahmi dan kekompakan, dan tidak terpengaruh oleh adanya perbedaan pilihan paslon.
"Mari kita sikapi perbedaan pilihan dengan bijak dan dewasa. Pahamilah bahwa perbedaan itu hal yang wajar dan sangat biasa. Jadi tidak perlu dan jangan sampai membuat prilaku kita terhadap sesama berubah menjadi tidak tegur sapa apalagi saling bermusuhan dan menjatuhkan. Ketika di luar silakan saja beda pilihan, tapi sebagai anggota wirid, kita tetap kompak dan bersatu," ajak Rimi Herlis
"Pilkada hanya terjadi 5 tahun sekali. Maka yang hanya terjadi sesekali ini jangan sampai membuat kita tidak akur sepanjang tahun. Itu bukan cerminan sikap dewasa dan belum sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang menganjurkan kita untuk saling menjaga persatuan. Persatuan harus kita jaga meski dalam suasana bagaimana pun. Maka dari itu kita semua dituntut untuk bersikap dewasa, bijak, dan tidak mudah terprovokasi," pungkas Rimi Herlis. ( MS )Â