0 menit baca 0 %

Penyuluh Kecamatan Gunung Toar Magrib Mengaji di Surau Nurul Iman

Ringkasan: Kuansing ( inmas ) Miki Sanjaya PAH Gunung Toar Maghrib Mengaji di Surau Nurul Iman Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar. Senin, 09/11/2020. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap malam selain malam minggu ini, diikuti oleh anak-anak dengan sangat antusias, hampir seperti sedia kala sebelum wabah...

Kuansing ( inmas ) Miki Sanjaya PAH Gunung Toar Maghrib Mengaji di Surau Nurul Iman Pisang Berebus Kecamatan Gunung Toar. Senin, 09/11/2020. 


Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap malam selain malam minggu ini, diikuti oleh anak-anak dengan sangat antusias, hampir seperti sedia kala sebelum wabah Covid-19. "Hal ini tidak lepas dari dukungan dari orang tua dan semangat guru surau yang senantiasa meluangkan waktunya untuk mendidik anak-anak," ungkap Miki Sanjaya


"Pada malam ini, kita ada 4 kelompok, jilid 1 dan 2, 3 dan 4, 5 dan 6, serta yang sudah lancar metode iqra dan yang belajar seni. Biasanya kalau semua guru datang, bisa mencapai 6 kelompok. Tapi sekarang karna musim ke sawah, barangkali sebagian guru kelelahan setelah bekerja seharian," terang Miki Sanjaya


"Kita berharap kepada orang tua, agar tidak berhenti mendidik dan mendukung anak-anaknya untuk terus mengaji. Karna sebagian besar yang hadir adalah anak SD, sementara setingkat SMP/MTs sudah mulai berkurang. Untuk itu kita harapkan orang tua agar memahami bahwa kalau anak sudah bisa membaca metode Iqro bukan berarti pendidikan anak dalam membaca Al-Qur'an sudah berhenti," imbuh Miki Sanjaya


"Di surau itu, kita bukan hanya mengajari anak agar bisa metode Iqro', melainkan lebih dari itu anak dididik agar memiliki adab. Minimal dengan mereka ke surau, memperkecil kemungkinan mereka untuk terjerumus pada pergaulan yang salah. Maka, kita berupaya mengingatkan orang tua terutama ketika ceramah bahwa pendidikan itu untuk sepanjang hayat, bukan hanya semasa anak di usia sekolah dasar," terang Miki lebih lanjut menutup penjelasannya. (MS )