0 menit baca 0 %

Penyuluh KUA Logas Tanah Darat Berantas Buta Aksara Al-Qur an di Desa Lubuk Kebun

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Logas Tanah Darat, Rhesty Fuspha Dewi, melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur an bagi masyarakat Desa Lubuk Kebun. Kegiatan ini berlangsung di rumah salah seorang warga, Rubina, pada Jumat (25/07/2025).Program...
Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Logas Tanah Darat, Rhesty Fuspha Dewi, melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur an bagi masyarakat Desa Lubuk Kebun. Kegiatan ini berlangsung di rumah salah seorang warga, Rubina, pada Jumat (25/07/2025).

Program ini merupakan salah satu implementasi dari fungsi penyuluh agama Islam dalam memberikan bimbingan keagamaan yang edukatif, terutama dalam membantu masyarakat memahami dan membaca Al-Qur an dengan baik dan benar.

Sebanyak 23 orang jamaah mengikuti pembelajaran ini dengan penuh semangat. Rhesty menggunakan metode talaqqi, yakni dengan memperdengarkan langsung cara pengucapan huruf-huruf hijaiyah yang benar, kemudian diikuti oleh peserta secara bersama-sama. Metode ini dinilai efektif dalam membenahi pengucapan huruf sesuai makhraj dan sifat huruf yang tepat.

Kami merasa sangat senang dan bersyukur dengan adanya program ini. Kehadiran Bu Rhesty sangat membantu kami dalam belajar membaca Al-Qur an dengan benar, ujar Rubina, salah satu peserta.

Sementara itu, Plh Kepala KUA Kecamatan Logas Tanah Darat, H. Yasri, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini dan mendorong para penyuluh untuk terus mengembangkan program serupa di wilayah-wilayah lain.

Kami akan terus memberikan bimbingan dan dukungan agar kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur an ini dapat dijalankan secara rutin dan menyeluruh. Penyuluh agama Islam harus hadir membawa manfaat langsung bagi masyarakat, tegasnya.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Logas Tanah Darat menegaskan komitmennya dalam membangun literasi keagamaan di tengah masyarakat sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang merata dan menyentuh akar rumput. (NW)